Dua Malam Huni Kolam Pancing, Pemuda Jember Bertahan Tanpa Ponsel Demi Jaga Motor yang Tenggelam
Petugas Damkarmat Kabupaten Jember saat berjibaku melakukan proses evakuasi menggunakan teknik pengangkatan tali untuk mengangkat sepeda motor dari dasar kolam pancing--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebuah kesetiaan yang menguras energi dan air mata ditunjukkan oleh seorang pemuda bernama Harun di kawasan Jalan Karimata, Kelurahan Sumbersari, Jember. Selama dua hari dua malam, ia memilih bertahan di pinggiran kolam pancing demi menjaga sepeda motornya yang tenggelam di dasar air sedalam delapan meter.
Peristiwa pilu ini bermula pada Senin 23 Maret 2026. Niat hati ingin melepas penat dengan memancing, petaka justru datang saat motor CB kesayangan Harun meluncur bebas ke dalam kolam akibat kontur tanah parkiran yang miring.
BACA JUGA:Renang di Waduk Sambikerep Surabaya, Bocah Kelas 3 SD Tewas Tenggelam

Mini Kidi Wipes.--
"Motor saya tiba-tiba jatuh ke kolam. Saya panik, dunia rasanya gelap, saya tidak tahu harus berbuat apa," kenang Harun dengan raut wajah yang masih nampak trauma, Kamis 26 Maret 2026.
Nasib malang Harun kian lengkap karena ia tidak membawa telepon genggam saat kejadian. Tanpa alat komunikasi dan kendaraan lain, ia terjebak dalam dilema: pulang mencari bantuan namun berisiko kehilangan motor, atau bertahan di lokasi meski harus menahan lapar dan dinginnya malam.
BACA JUGA:15 Jam Pencarian, Remaja Pasuruan yang Tenggelam di Bekas Galian C Ditemukan Meninggal Dunia
"Saya takut motor hilang kalau ditinggal. Jadi kami memutuskan tetap di sini, menjaga motor yang sudah tenggelam itu dari permukaan," ungkapnya lirih.
Drama dua malam itu baru berakhir pada Rabu 25 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB setelah warga sekitar menyadari keberadaan Harun yang nampak kalut. Warga kemudian mengarahkan dan membantu Harun melapor ke kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember.
Kepala Damkarmat Jember, Syamsullah, membenarkan kejadian unik sekaligus dramatis ini. Ia menyebut anggotanya sempat terkejut mendengar korban bertahan dua malam di lokasi sebelum akhirnya mendapatkan akses untuk melapor.

Gempur Rokok Ilegal -----
"Korban tidak pulang karena takut motornya hilang. Apalagi dia tidak membawa HP dan kejadiannya awal pada malam hari. Jadi motor itu benar-benar ditungguinya," jelas Syamsullah.
Lima personel Damkarmat dengan peralatan khusus diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung cukup berat mengingat kedalaman kolam mencapai delapan meter dan bobot motor yang tidak ringan dalam kondisi terendam air. Setelah berjibaku selama 30 menit menggunakan teknik pengangkatan tali, motor tersebut akhirnya berhasil ditarik ke daratan.
Kini, Harun bisa bernapas lega meski motornya memerlukan perbaikan total akibat terendam air cukup lama. Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga agar selalu waspada saat memarkir kendaraan di area dengan kontur tanah curam agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(fbr)
Sumber:







