MEMORANDUM.DISWAY.ID-Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hürzeler, melontarkan kritik tajam terhadap strategi mengulur waktu yang dilakukan Arsenal.
Ia bahkan meminta Premier League turun tangan karena menilai The Gunners bermain seolah dengan “aturan mereka sendiri”.
Gol cepat Bukayo Saka pada menit kesembilan, yang sempat membentur pemain lawan, menjadi penentu kemenangan 1-0 Arsenal di Stadion American Express.
Hasil tersebut membuat tim asuhan Mikel Arteta unggul tujuh poin di puncak klasemen.
Laga berlangsung sengit. Hürzeler dan Arteta terlihat terlibat adu argumen di tepi lapangan. Kubu Brighton merasa Arsenal berulang kali memperlambat tempo permainan, baik pada babak pertama maupun kedua.
Sebelumnya, Hürzeler sudah menyebut Arsenal “kreatif” dalam mengulur waktu, terutama saat melakukan sepak pojok.
BACA JUGA:Perang Iran Ganggu Misi Irak ke Piala Dunia, Arnold Terjebak dan Visa Tersendat
Mini Kidi Wipes.--
Namun, seusai pertandingan, kekecewaannya memuncak. Ia mengaku wasit Chris Kavanagh sempat menyampaikan kepadanya saat jeda bahwa sulit memberikan sanksi lebih tegas atas praktik buang waktu tersebut.
“Ada banyak cara untuk meraih kemenangan. Jika mereka menjadi juara Liga Primer, tidak ada yang akan bertanya bagaimana caranya,” ujar Hürzeler seperti dilansir ESPN.
Menurutnya, Arsenal melakukan segala cara untuk mengamankan tiga poin. Ia menilai, jika wasit membiarkan semua tindakan itu, maka pertandingan akan sulit dikendalikan.
“Mereka seperti membuat aturan sendiri. Saya merasa saat ini mereka menerapkan standar mereka sendiri, terlepas dari bagaimana cara bermainnya. Itu yang membuat situasi ini sulit dinilai,” tegasnya.
Hürzeler juga menyinggung soal kemungkinan kiper mendapat dua kartu kuning akibat membuang waktu. “Itu hampir tidak pernah terjadi. Jadi apa solusinya? Kita membutuhkan aturan dan batasan yang jelas,” katanya.
Gempur Rokok Illegal--
Ia menambahkan, kejelasan regulasi penting untuk melindungi wasit agar memiliki dasar kuat dalam mengambil keputusan. “Liga Premier harus lebih membantu mereka,” imbuhnya.
Secara statistik, Brighton tampil dominan dengan penguasaan bola lebih tinggi, jumlah tembakan lebih banyak, serta nilai expected goals (xG) yang lebih unggul. Namun, efektivitas Arsenal menjadi pembeda.
“Saya bangga dengan cara kami bermain. Saya rasa hanya satu tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola hari ini,” ujar Hürzeler.
Ia menegaskan tidak akan memilih jalan kemenangan dengan taktik memperlambat permainan. Baginya, pengembangan pemain dan kualitas permainan tetap menjadi prioritas utama.
Hürzeler juga mempertanyakan durasi efektif pertandingan. Ia menilai laga melawan Arsenal terasa lebih singkat dibanding pertandingan lain. “Biasanya kami bermain 60 menit waktu efektif, tapi melawan Arsenal hanya sekitar 50 menit. Apakah itu yang ingin ditonton dan dibayar oleh para pendukung?” ucapnya.
Sementara itu, Arteta enggan memperpanjang polemik. Ia menyebut komentar tersebut “mengejutkan” dan memilih fokus pada timnya sendiri.
“Saya mencintai para pemain saya. Kami mencintai para pemain kami, dan saya bangga dengan cara mereka berkompetisi,” kata Arteta menutup pernyataannya.