SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - SITUASI geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik yang meluas bukan hanya menjadi isu politik global, tetapi juga berdampak langsung pada mobilitas umat Islam yang hendak menunaikan ibadah umrah.
Mini Kidi Wipes.--
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan surat imbauan resmi agar keberangkatan jamaah umrah ditunda sementara waktu. Imbauan ini diperkuat dengan pernyataan dari otoritas Kementerian Haji yang menyerukan langkah kehati-hatian demi keselamatan jamaah.
Di saat yang sama, sejumlah jalur penerbangan mengalami pembatalan dan gangguan operasional. Bahkan terdapat laporan jamaah dari beberapa negara yang tertahan akibat penutupan sebagian rute penerbangan. Fakta-fakta ini tidak bisa dipandang sebagai isu biasa. Ia adalah realitas yang harus disikapi dengan bijak.
Gempur Rokok Illegal--
Dalam kondisi seperti ini, keputusan menunda keberangkatan umrah bukanlah keputusan populer. Ia mengundang rasa kecewa, bahkan mungkin kekecewaan yang mendalam. Namun pertanyaannya: apakah penundaan ini mencerminkan lemahnya iman?
BACA JUGA:Konflik Iran-Israel Memanas: Penerbangan Timur Tengah Tertunda, Umrah Ditunda
Menjaga Jiwa
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keselamatan jiwa. Dalam maqashid syariah, hifzhun nafs (menjaga jiwa) adalah salah satu tujuan utama hukum Islam. Tidak ada ibadah yang diperintahkan dengan cara mengorbankan keselamatan tanpa alasan yang syar’i.
Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan prinsip kehati-hatian ketika terjadi wabah. Beliau melarang umatnya memasuki wilayah yang sedang dilanda penyakit dan melarang keluar darinya. Ini menunjukkan bahwa kehati-hatian bukan bentuk ketakutan, melainkan bagian dari ketaatan.
Dalam konteks hari ini, mengikuti imbauan resmi pemerintah bukanlah bentuk kepasrahan yang lemah, melainkan bagian dari tanggung jawab kolektif. Negara memiliki otoritas dalam urusan perlindungan warganya. Ketaatan kepada pemerintah dalam hal menjaga keselamatan adalah bagian dari ajaran Islam itu sendiri.
BACA JUGA:10 Alasan Mengapa Masyarakat Tak Peduli Travel Umrah Resmi
Bekal Takwa
Al-Qur’an memberikan pesan yang sangat mendalam dalam konteks haji dan umrah:
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)