Perkuat Skill Siswa Vokasi, Dindik Jatim Hadirkan Alat Industri ke Sekolah Lewat Program MTU

Selasa 03-03-2026,12:48 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) resmi memulai program unggulan Mobile Training Unit (MTU) tahun 2026.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan MTU kali ini mengusung strategi baru dengan memusatkan seluruh kegiatan di satu wilayah. Yakni, di Kota Malang dan Kota Batu.

BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kadindik Jatim Tinjau Kelayakan Sarpras di SMA/SMK


Mini Kidi Wipes.--

Sebanyak 150 siswa dari jenjang SMK serta SMA Double Track menjadi sasaran utama pelatihan intensif yang berlangsung pada 2 hingga 7 Maret 2026 ini. Program ini tersebar di lima titik strategis, meliputi SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa perubahan pola distribusi MTU tahun ini bertujuan untuk menciptakan dampak yang lebih signifikan dan terintegrasi bagi ekosistem pendidikan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Transformasi Laboratorium UPT PTKK Surabaya, Kadindik Jatim Dorong Karya dari Fasilitas Modern

“Fokus di satu wilayah kita ingin hasilnya lebih maksimal. Kalau dulu lima daerah dengan lima MTU, sekarang satu wilayah tetapi beberapa sekolah. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujar Aries usai meninjau pelaksanaan kegiatan, Selasa, 3 Maret 2026.

Lima kompetensi keahlian yang menjadi materi utama dalam roadshow pelatihan ini mencakup Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC).


Gempur Rokok Illegal--

Dindik Jatim berkomitmen agar program ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Setiap peserta wajib menjalani sistem pre-test dan post-test guna memastikan adanya peningkatan keahlian yang nyata selama enam hari masa pelatihan.

“Kita tidak ingin mengirim peralatan besar beserta instruktur selama seminggu tanpa hasil yang linier. Karena itu ada pretest dan post test untuk mengukur capaian siswa,” tegas Aries.

Ia menambahkan, evaluasi ini krusial untuk memetakan kemampuan teori maupun praktik siswa secara objektif. “Jadi ada data evaluasi. Ada pendahuluan sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan.”

BACA JUGA:Cetak Generasi Mandiri, Kadindik Jatim Dorong Inovasi Ketahanan Pangan di SMA/SMK

Ke depan, program MTU direncanakan menyasar lebih banyak SMA Double Track yang masih memiliki keterbatasan fasilitas praktik. Aries melihat adanya urgensi untuk mendukung sekolah-sekolah yang belum memiliki laboratorium standar di bidang otomotif, tata boga, hingga media kreatif.

Kategori :