Cinta sering kali menjadi kompas yang menuntun seseorang ke arah yang tak terduga.
Bagi Bobby Lubis, pria berusia 28 tahun, perjalanan spiritualnya bermula dari sebuah pertemuan dengan seorang perempuan Muslim yang kini telah menjadi istrinya.
BACA JUGA:Titik Balik Spiritual Seorang Mantan Pendosa: Dulu Mengumpat Azan, Kini Merindukan Tarawih
Sepuluh tahun silam, identitas Kristen Protestan masih melekat erat di kartu identitasnya, meski ia mengakui bahwa keyakinan itu lebih banyak tertulis di atas kertas daripada benar-benar hidup dalam kesehariannya.
Namun, segalanya berubah total ketika ia memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat pada Agustus 2025.
BACA JUGA:Kisah Sejuk Liana Wardani, Islam dan Meja Makan Lintas Iman
Pertemuan Bobby dengan sang kekasih membawa mereka pada sebuah persimpangan yang tak terelakkan: perbedaan agama. Ketika hubungan itu mulai serius, kejujuran menjadi ujian pertama.
BACA JUGA:Perjalanan Sunyi Andik Mencari Kebenaran Iman, Gagal Jadi Pastor Malah Temukan Islam
"Pertama karena ketemu cewek beda agama. Dia agama Islam, saya Kristen Protestan. Akhirnya dia jujur ke Ibunya kalau kita pacaran beda agama. Kebetulan, orang tuanya ini orang yang taat agama. Salatnya lima waktu," kenang Bobby, Kamis 26 Februari 2026.
Sang ibu tidak merespons dengan amarah, melainkan dengan sebuah syarat tegas namun tenang: jika ingin meminang putrinya, Bobby harus memeluk Islam.
BACA JUGA:Labuhan Terakhir Ismail, Dari Taiwan Menjemput Cahaya Islam di Sidoarjo
Pilihan itu bukanlah perkara mudah. Bobby dihadapkan pada sebuah lompatan besar menuju keyakinan baru demi masa depan bersama perempuan yang ia cintai.
BACA JUGA:Transformasi Niluh Putu Eka Menjadi Muslimah, Gema Azan di Langit Denpasar yang Mengubah Takdir
Meski mantap melangkah, rasa bimbang sempat menyergap tepat di saat prosesi sakral itu dimulai.
"Sebenarnya waktu baca syahadat itu agak gemetar. Yakin nggak ya? Soalnya sebelumnya nggak ada pengenalan yang dalam," lanjut Bobby dengan jujur.