Mahasiswa Asing Unesa Turun Langsung Bagikan Takjil Gratis

Senin 02-03-2026,12:00 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Mahasiswa asing yang belajar di Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ikut meramaikan suasana Ramadan dengan cara yang berbeda. Mereka turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat di depan gerbang utama Kampus 2 Lidah Wetan. 

Enam mahasiswa BIPA asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Tanzania tampak antusias menata aneka jajanan dan minuman berbuka. Dengan senyum ramah, mereka menyerahkan takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas.

BACA JUGA:Polsek Lakarsantri Sosialisasi Layanan Surat Kehilangan Online di Kampus Unesa Surabaya


Mini Kidi Wipes.--

Hyun Subin, mahasiswa asal Korea Selatan yang akrab disapa Sekar, mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia terpukau melihat beragam takjil tradisional yang tersaji rapi.

"Kegiatan ini pengalaman pertama bagi saya dan jarang saya temui sebelumnya. Di Korea, umat muslim tidak banyak, jadi saya sangat senang bisa merasakan hal baru seperti ini," ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Unesa Kembali Hadirkan 2.500 Paket Takjil Gratis Setiap Hari, Jadi Penopang Mahasiswa Perantauan dan Warga


Gempur Rokok Illegal--

Hal senada disampaikan Rajab Hamis Yusuph dari Tanzania. Ia menilai tradisi berbagi dan berbuka bersama di Indonesia terasa istimewa dan penuh kebersamaan.

"Di negara saya, tidak ada tradisi berbuka puasa bersama seperti ini. Jadi pengalaman ini sangat menarik dan baik untuk membangun persatuan," ungkapnya. 

Liu Meixi, mahasiswa asal Tiongkok, juga tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Baginya, momen menunggu waktu berbuka sambil berbagi makanan bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi kesempatan berharga untuk mengenal budaya baru secara langsung.

BACA JUGA:Perjalanan Rafita Wibisono Mahasiswi Unesa Temukan Jati Diri: Modal Nekat Berujung Prestasi

Ketua BIPA Unesa, Octo Dendy Andriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa asing dalam mengenal budaya Ramadan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang praktik berbahasa Indonesia secara langsung dengan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa BIPA kami dorong untuk terjun langsung agar bisa merasakan budaya berbagi di Indonesia sekaligus mempraktikkan kemampuan Bahasa Indonesia mereka," tukasnya. 

Ramadan pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya bagi masyarakat yang menerima takjil, tetapi juga bagi para mahasiswa asing yang mendapatkan pengalaman budaya dan kebersamaan yang tak terlupakan. (Ain)

Kategori :