Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kasus Kematian Nenek di Gedangsewu Tulungagung Masih Didalami Polisi

Kasus Kematian Nenek di Gedangsewu Tulungagung Masih Didalami Polisi

Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba saat memberikan keterangan.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Satreskrim Polres Tulungagung masih mendalami kasus kematian nenek berinisial S (64) di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, untuk memastikan penyebab pasti.

Kasus kematian seorang nenek berinisial S (64) di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, masih menyisakan tanda tanya.

Hingga kini, Satreskrim Polres Tulungagung terus melakukan pendalaman untuk mengungkap apakah peristiwa tersebut merupakan tindakan bunuh diri atau ada penyebab lain.

BACA JUGA:Lapas Tulungagung Terbaik Nasional, Bukti Pembinaan Tak Sekadar Wacana


Mini Kidi Wipes.--

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di dapur rumahnya pada Rabu 15 April 2026 sekitar pukul 05.15 WIB.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Dari hasil autopsi, diketahui terdapat lima kali luka sayatan di satu bagian leher korban.

Luka tersebut menyebabkan terputusnya urat nadi di leher sebelah kiri yang diduga menjadi penyebab utama kematian.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara sebanyak tiga kali. Namun hingga kini, belum ada kesimpulan final terkait kasus tersebut.

“Kami sudah tiga kali menggelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini pembunuhan atau bunuh diri. Kami mohon waktu,” terangnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan sejumlah fakta baru serta beberapa kejanggalan di lokasi kejadian.

Meski demikian, belum ada saksi mata yang benar-benar melihat peristiwa tersebut secara langsung. “Kami sudah melakukan olah TKP. Tapi kami belum mendapat saksi mata yang melihat peristiwa itu,” jelasnya.

Sejauh ini, Satreskrim Polres Tulungagung telah memeriksa sekitar lima hingga enam orang saksi, yang terdiri dari anak, menantu, tetangga, hingga teman korban.

Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah diperiksa untuk mencari petunjuk tambahan.

Terkait kemungkinan motif, polisi belum menemukan indikasi kuat adanya unsur perampokan atau perebutan harta benda.

“Kalau konflik hanya sebatas hubungan keluarga saja. Tapi untuk motif harta kami tidak temukan. Dan barang-barang berharga tidak ada yang hilang,” paparnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Meski hasil autopsi telah dikantongi, penyidik masih akan meminta pendapat tambahan dari dokter spesialis maupun dokter umum guna memperkuat analisis penyebab kematian.

Polisi pun meminta masyarakat untuk bersabar sembari menunggu hasil akhir penyelidikan. “Kami mohon waktu untuk memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya. (fir/fai)

 

 
 

Sumber:

Berita Terkait