SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, bertambah menjadi dua orang.
Abdurrahman (15), warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS dr Soebandi, Kamis 27 Februari 2026.
Mini Kidi Wipes.--
Remaja tersebut dirawat selama sembilan hari dengan kondisi kritis akibat luka bakar serius yang mencapai sekitar 90 persen tubuhnya.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, membenarkan kabar duka tersebut.
BACA JUGA:Ledakan Hebat di Dusun Mimbo Situbondo Diduga Dari Rumah Pembuat Petasan
“Korban meninggal sekitar pukul 13.30 WIB setelah menjalani rawat inap selama sembilan hari di RS dr Soebandi Jember. Kondisinya kritis karena sekitar 90 persen tubuhnya mengalami luka bakar,” ujar AKP Agung, Kamis, 26 Februari 2026.
Dengan meninggalnya Abdurrahman, jumlah korban jiwa akibat ledakan petasan yang terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, menjadi dua orang. Sebelumnya, Supriyadi (50) meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumahnya yang roboh saat ledakan terjadi.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Bantu Perbaikan 12 Rumah Terdampak Ledakan Petasan
AKP Agung menegaskan proses hukum kasus tersebut tetap berlanjut. Penyidik telah meminta keterangan dari 11 warga sekitar lokasi kejadian.
“Meski lima korban lainnya sudah membaik dan pulang ke rumah masing-masing setelah dirawat di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo dan RSU Asembagus, penyidik belum bisa memeriksa mereka,” tegasnya.
Gempur Rokok Illegal--
Selain dua korban meninggal, lima orang mengalami luka bakar, yakni Samsul (22), Riko (25), Fais (20), dan Fino (15). Sementara Umi Kulsum (61) mengalami patah tulang pada kaki kanan.
Ledakan tersebut juga mengakibatkan satu rumah rata dengan tanah, empat rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan empat rumah lainnya rusak ringan.