Gas Melon Langka di Jember, Harga Meroket Akibat Panic Buying

Kamis 26-02-2026,12:56 WIB
Reporter : Febri Irawan
Editor : Fatkhul Aziz

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bayang-bayang kelangkaan LPG 3 kilogram mulai menghantui warga Jember menjelang bulan suci Ramadan. Lonjakan harga di tingkat pengecer tak terelakkan, dipicu oleh gelombang panic buying masyarakat yang berebut stok sebelum harga kian melambung.

​Di wilayah Mayang, suasana keresahan itu mulai tampak. Dimas Bayu Yobi Syahputra, seorang penjual gas LPG, mengungkapkan bahwa harga yang tadinya stabil di angka Rp20.000 hingga Rp21.000, kini merangkak naik ke kisaran Rp22.000 per tabung.

BACA JUGA:Kuota LPG 3 Kg Turun 40.727 Metrik Ton, Pemkab Tulungagung Ajukan Penambahan Jelang Lebaran


Mini Kidi Wipes.--

​Dimas bahkan mengaku sempat dihadapkan pada situasi dilematis. "Ada pedagang kue kacang yang menawar Rp25.000 per tabung. Tapi saya tolak. Saya ingin menjaga agar gas tetap tersedia bagi warga sekitar yang lebih membutuhkan," ungkap Dimas, Kamis 26 Februari 2026.

​Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, tidak menampik adanya kepanikan di tingkat bawah. Ia menjelaskan bahwa masa ketahanan stok yang biasanya bertahan hingga 15 hari, kini terpangkas drastis menjadi hanya 5 sampai 7 hari saja.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Gencarkan Promo Bright Gas, Ajak Warga Beralih LPG Non-Subsidi

​"Permintaan melonjak tajam karena banyak warga yang mulai memproduksi kue dan munculnya pedagang takjil dadakan," jelas Sartini.

​Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga telah bergerak cepat. Kuota pangkalan yang sebelumnya hanya 50 tabung, kini digandakan menjadi 100 tabung per hari. Meski demikian, Sartini mengakui kendala teknis masih terjadi akibat keterbatasan armada distribusi yang menyebabkan jeda pengiriman di sejumlah pangkalan.


Gempur Rokok Illegal--

​Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pihaknya telah melakukan intervensi signifikan. Sebanyak 50 ribu tabung tambahan disuntikkan setiap harinya ke wilayah Jatim-Balinus, termasuk Jember, untuk mengamankan kebutuhan warga.

​"Di Jember sendiri, konsumsi normal harian berada di angka 70 ribu tabung. Kami perketat pengawasan distribusi agar tidak ada celah kelangkaan selama Ramadan hingga Idulfitri nanti," tegas Ahad.

​Kini, warga Jember hanya bisa berharap agar rantai distribusi tidak lagi terputus, sehingga kekhawatiran akan gas melon yang hilang dari pasaran tidak benar-benar menjadi kenyataan saat bulan suci tiba.(Fbr)

Kategori :