Bentengi Generasi Bangsa, Dindik Jatim Perkuat Program IKAN di Sekolah

Kamis 26-02-2026,11:22 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman terus diperkuat. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur resmi memberikan dukungan penuh terhadap penguatan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), sebuah kolaborasi strategis antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program ini merupakan pilar utama dari gerakan Ananda Bersinar (Bersih Narkoba) yang diinisiasi BNN RI untuk melindungi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang sejak dini.

BACA JUGA:Perkuat Mutu SMA, Dindik Jatim Dorong Pembelajaran Berbasis Nalar dan Ketulusan


Mini Kidi Wipes.--

Pihaknya merespons positif program tersebut. Ia menegaskan bahwa IKAN bukanlah beban kurikulum baru yang menambah jadwal pelajaran, melainkan penguatan substansi pada materi yang sudah ada.

“Program ini diintegrasikan dalam mapel yang berjalan, dengan penekanan pada sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah, termasuk pengenalan jenis-jenis narkoba yang berkembang,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Langkah ini diambil mengingat modus peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan. Saat ini, narkoba seringkali disamarkan dalam bentuk makanan dan minuman yang menyasar anak-anak, sehingga berisiko tinggi dikonsumsi tanpa sadar hingga memicu ketergantungan.

BACA JUGA:Cetak Pemimpin Berkarakter, Dindik Jatim Perketat Seleksi Kepala SMAN Taruna


Gempur Rokok Illegal--

Oleh karena itu, literasi mendalam mengenai dampak kesehatan fisik dan mental menjadi benteng utama bagi siswa. Untuk memastikan pesan ini sampai dengan efektif, Dindik Jatim berkomitmen membekali para pendidik dengan pelatihan khusus agar mampu menyampaikan materi secara sistematis.

“Implementasi IKAN dilakukan lintas mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Selain pembelajaran di kelas, sosialisasi juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ini perlu dilakukan sebagai langkah nyata pencegahan dan penyuluhan pengetahuan tentang narkoba,” terang Aries.

Tak hanya berhenti pada teori di kelas, pengawasan di lapangan pun diperketat melalui inspeksi mendadak (Sidak), pemantauan perilaku atau deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa, dan kolaborasi medis.

BACA JUGA:Wujudkan Jatim Cerdas, Dindik Perkuat Pemerataan dan Inovasi Pendidikan Berdampak

Seperti diketahui, program IKAN ini menjadi kepingan penting dalam menyukseskan program nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden mengenai budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah).

Aries menekankan bahwa keamanan sekolah memiliki dimensi yang luas. Sekolah yang ideal tidak hanya bebas dari perundungan atau kekerasan fisik, tetapi juga harus steril dari pengaruh zat yang merusak mental dan spiritual.

Kategori :