Bukber Komunitas Seni: Senior Tak Mau Usang, Junior Tak Mau Ketinggalan

Selasa 24-02-2026,15:13 WIB
Reporter : Mg/Rifqi Syihab
Editor : Ferry Ardi Setiawan

BACA JUGA:Seimbangkan Ketajaman Korporasi dengan Kepekaan Seni di Dunia Hospitality Group

“Bagus. Dulu waktu saya seusia kalian, hampir tiap minggu tampil.”

“Atau, sering diminta jadi pembicara kecil-kecilan.”

Kecil-kecilan, tapi disebut hahaha.

Tidak ada yang benar-benar menyombongkan diri. Tidak ada kalimat kasar. Tapi atmosfer berubah tipis sekali. Bukber pelan-pelan bergeser menjadi ajang konfirmasi posisi.

Senior ingin memastikan namanya belum usang. Junior ingin memastikan dirinya sedang naik. Yang dipertaruhkan bukan uang. Bukan jabatan. Tapi relevansi.

Di komunitas seni, relevansi itu seperti oksigen. Tidak terlihat, tapi kalau terasa kurang, semua jadi gelisah. 

Maka cerita tentang karya dan relasi pun mengalir. Tentang siapa mengundang siapa. Tentang siapa menyebut nama siapa. Tentang siapa sekarang sering diajak diskusi.


Gempur Rokok Illegal--

Lucunya, semua tetap terdengar rendah hati.

“Ah, biasa aja.”

“Cuma diminta bantu-bantu.”

“Belum seberapa.”

Belum seberapa, tapi cukup untuk membuat kita yang mendengar membuka arsip hidup dalam kepala.

"Aku sudah apa ya tahun ini?"

Padahal bisa jadi senior pun punya kecemasan sendiri. Dunia berubah cepat. Nama-nama baru bermunculan. 

Kategori :