SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali membuka program Mudik Gratis menyambut masa angkutan Lebaran tahun ini. Dengan total kuota mencapai 11.000 peserta, program ini dirancang secara masif untuk mencakup jalur darat maupun laut.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menjelaskan bahwa untuk angkutan jalan, pemerintah telah menyiagakan armada sebanyak 200 unit bus. Kekuatan armada ini terdiri dari 25 bus AKAP, 100 bus AKDP, serta dukungan 75 bus dari berbagai pemangku kepentingan.
BACA JUGA:3 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 di Surabaya, Cek Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Mini Kidi Wipes.--
“Untuk armada darat via bus, nantinya siap mengantar sekitar 8.000 pemudik selama periode 16 hari masa angkutan Lebaran,” jelas Nyono, Selasa, 24 Februari 2026.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan atau pesisir, tersedia kuota angkutan laut gratis yang mampu menampung hingga 3.000 orang. Program ini dapat diakses melalui pendaftaran di situs resmi Pemprov Jatim.
BACA JUGA:Tiket Lebaran 2026 Dibuka, Dishub Jatim Pastikan Armada Siap dan Mudik Gratis Tetap Bergulir
"Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan fasilitas bagi masyarakat agar tidak perlu mudik menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor yang memiliki risiko tinggi di jalan raya,” tuturnya.
“Melalui program ini, kami menargetkan angka kecelakaan dapat ditekan lebih rendah lagi, merujuk pada tren positif tahun-tahun sebelumnya di mana angka kecelakaan berhasil turun sekitar 3 hingga 5 persen selama masa Lebaran," sambung Nyono.
Salah satu inovasi penting dalam program ini adalah layanan pengangkutan sepeda motor gratis. Nyono menambahkan, pemerintah menyiapkan truk khusus untuk mengangkut 200 unit sepeda motor pemudik menuju enam kota tujuan utama. Yakni, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, dan Banyuwangi.
Gempur Rokok Illegal--
Strategi ini memungkinkan pemudik tetap bisa menikmati perjalanan yang manusiawi di dalam bus, sementara kendaraan mereka tiba dengan selamat di tujuan tanpa harus menghadapi kelelahan dan risiko kecelakaan di jalur mudik yang padat.
Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran akan dilakukan secara bertahap. Pendaftaran online untuk angkutan jalan dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 5 Maret, disusul dengan pembukaan pendaftaran offline mulai 8 Maret mendatang.
“Untuk angkutan laut, pendaftaran juga sudah bisa diakses melalui kanal resmi pemerintah sebelum batas waktu 8 Maret, sehingga diharapkan masyarakat segera melakukan registrasi sebelum kuota terpenuhi,” pesan Nyono.(bin)