Perjalanan Rafita Wibisono Mahasiswi Unesa Temukan Jati Diri: Modal Nekat Berujung Prestasi

Kamis 19-02-2026,10:15 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

Duta FISIPOL UNESA 2025

BACA JUGA:Ramalan Zodiak Rabu 18 Februari 2026 Lengkap, Karier Gemini Bersinar dan Rezeki Scorpio Mengalir

Kini, di usia 18 tahun, Rafita menetap di Surabaya untuk menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Aktivitasnya di berbagai paguyuban dan komunitas pageant dijalani secara profesional. Meski jadwal padat, Rafita tidak merasa terbebani. Menurutnya, kegiatan di kampus dan organisasi justru saling mendukung.

"Aku fokus di sini dulu sampai masa purna," ucapnya singkat. 

Dari sekian banyak pengalaman, satu momen paling membekas dalam ingatannya adalah ketika terlibat dalam rangkaian Misi Dagang antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:Snapdragon 8 Gen 5 vs Dimensity 9500 untuk Genshin Impact, Mana Lebih Stabil?

Dalam kegiatan itu, Rafita berperan sebagai Raka-Raki, mempromosikan wastra dan produk unggulan Jawa Timur. Ia berdiri sebagai representasi daerah bersama para seniornya. Di usia 17 tahun, ia pergi sendiri ke luar provinsi untuk pertama kalinya. Pengalaman itu menjadi titik balik kepercayaan dirinya.

"Rasanya luar biasa. Sampai sekarang masih nggak percaya bisa di posisi itu," ungkapnya. 

Selain aktif di dunia pageant, Rafita juga dikenal berprestasi di bidang akademik dan non-akademik. Ia pernah menjadi anggota Paskibraka Kota Kediri 2023, meraih juara lomba pidato bahasa Inggris, hingga prestasi olimpiade multibahasa.

BACA JUGA:Gajian Masih Lama? 5 Cara Mengatur Uang Sisa Libur Imlek agar Cukup hingga Akhir Bulan

Keterlibatannya sebagai Duta OJK juga membawanya berinteraksi langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan, memperluas wawasannya tentang literasi keuangan sejak usia muda.

Baginya, semua pengalaman itu adalah proses pembelajaran. Dari seorang remaja yang “nekat” tanpa bekal, Rafita kini menjelma menjadi figur muda yang percaya diri dan inspiratif. Dunia pageant telah membantunya menemukan jati diri, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang untuk berkontribusi bagi daerah dan kampusnya.

Ia tidak menutup kemungkinan untuk terus berkembang di bidang ini, sembari tetap memprioritaskan pendidikan."Aku cuma ingin terus belajar, berkembang, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang," pungkasnya. (Ain)

Kategori :