Waspada DBD Februari, Kenali Gejala Awal dan Bedanya dengan Flu

Kamis 19-02-2026,09:29 WIB
Reporter : Mg/Anisa Tunisa
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki bulan Februari, intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia masih cukup tinggi.

BACA JUGA:Rambut Rontok Setelah Flu? Ini Penyebab dan Nutrisi yang Dibutuhkan  

Kondisi ini membuat genangan air lebih mudah terbentuk dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). 


Mini Kidi--

Pada periode seperti ini, kasus DBD cenderung meningkat. Sayangnya, banyak orang terlambat menyadari infeksi karena gejala awal DBD sering dianggap sebagai flu biasa. Padahal, penanganan yang terlambat bisa meningkatkan risiko komplikasi.

Gejala awal DBD biasanya muncul secara mendadak. Penderita mengalami demam tinggi hingga 39–40°C tanpa tanda-tanda batuk atau pilek yang dominan. 

BACA JUGA:Kasus Flu Singapura di Indonesia Melonjak, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Selain itu, sakit kepala hebat, terutama di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi sering dirasakan cukup intens. 

Tubuh terasa sangat lemas, nafsu makan menurun, bahkan disertai mual atau muntah. 

Pada hari ketiga hingga kelima, kondisi dapat memasuki fase kritis. Demam mungkin turun, tetapi justru muncul tanda bahaya seperti nyeri perut, muntah terus-menerus, bintik merah pada kulit, mimisan, atau gusi berdarah. 


Gempur Rokok Illegal--

Fase penurunan demam inilah yang kerap disalahartikan sebagai tanda sembuh, padahal bisa menjadi masa paling berisiko. Berbeda dengan DBD, flu biasa umumnya disertai gejala pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. 

BACA JUGA:Dinkes Magetan Waspadai DBD Kala Musim Hujan

Demam pada flu cenderung tidak terlalu tinggi dan nyeri tubuh biasanya lebih ringan. Flu juga tidak menyebabkan tanda perdarahan seperti bintik merah atau mimisan. 

BACA JUGA:Ramai Isu Super Influenza, Ahli Mikrobiologi: Bukan Virus Baru, Gejalanya Seperti Flu Musiman

Kategori :