Maut Mengintai di Sisa Banjir, Istri Ustaz di Rambipuji Tewas Tersengat Listrik

Jumat 13-02-2026,09:53 WIB
Reporter : Edi Winarko
Editor : Muhammad Ridho

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Isak tangis menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Abul Abas, Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember.

Di tengah perjuangan warga bangkit dari kepungan banjir, sebuah tragedi memilukan merenggut nyawa Siti Nur Fadilah, istri salah satu pengajar di pesantren tersebut. Ia tewas seketika setelah tersengat aliran listrik saat berupaya membersihkan sisa-sisa lumpur yang merendam kediamannya, Jumat, 13 Februari 2026.

BACA JUGA:Diduga Tersengat Listrik Sibel, Warga Ponorogo Meninggal Dunia di Sawah


Mini Kidi--

​Petaka ini bermula saat Sungai Bedadung dan Sungai Kalijompo meluap hebat pada malam sebelumnya. Debit air yang datang begitu cepat dan liar tak hanya menenggelamkan kawasan perkotaan, namun juga merangsek masuk hingga ke area pemukiman warga dan depan pondok pesantren.

​“Semalam banjir datang sangat deras, air masuk ke rumah-rumah warga sampai ke depan pondok,” kenang Khoirul Umam, warga setempat dengan nada lirih.

BACA JUGA:Bapak dan Anak di Situbondo Tewas Tersengat Listrik ketika Banjir Rendam Rumah

​Pagi harinya, saat air mulai menyusut, korban bergegas membersihkan rumahnya. Tanpa disadari, maut mengintai di balik genangan air yang masih tersisa. Diduga kuat, terdapat aliran listrik aktif yang bersentuhan dengan air di lantai. Seketika, tubuh Siti Nur Fadilah tersentak arus listrik dan roboh. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Rambipuji dengan harapan ada keajaiban, takdir berkata lain; ia dinyatakan meninggal dunia.

​“Mungkin saat bersih-bersih itu korban tidak sadar ada kabel yang terkelupas atau aliran yang masih aktif. Korban langsung dilarikan ke puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong,” tambah Khoirul.

BACA JUGA:Benahi Atap Kos-kosan di Banyu Urip, Tukang Asal Probolinggo Tersengat Listrik hingga Pingsan

​Kebenaran peristiwa tragis ini dikonfirmasi langsung oleh Komandan Baret Rescue, David Handoko Seto. Ia membenarkan bahwa satu warga perempuan menjadi korban jiwa dalam bencana banjir kali ini.

​“Iya benar, ada seorang perempuan yang meninggal dunia akibat tersengat listrik saat pembersihan pascabanjir,” jelas David yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Jember tersebut.

BACA JUGA:Pekerja Proyek di PT Okamoto Indonesia Tewas Diduga Tersengat Listrik saat Perbaikan Atap

​David mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah dan tidak terprediksi sebelumnya. Di beberapa titik seperti Curahmalang dan Gumelar, ketinggian air mencapai level ekstrem sehingga relawan harus berjibaku menggunakan perahu karet dan kendaraan taktis 4x4.

​“Menurut warga, banjir sebesar ini baru pertama kali terjadi di wilayah mereka. Kami dari tim Baret Rescue terus fokus mengevakuasi warga lansia dan mereka yang sedang sakit karena kondisinya sangat berisiko,” pungkasnya. (Fbr)

Kategori :