Remaja Pakis Surabaya Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

Kamis 12-02-2026,17:44 WIB
Reporter : Anwar Hidayat
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Limbah minyak jelantah rumah tangga kerap menjadi pemicu pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan. Di Kelurahan Pakis, Surabaya, seorang remaja bernama Diajeng Putri Pembayun menghadirkan inovasi dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.


Mini Kidi--

Inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap kebiasaan warga yang masih membuang minyak bekas pakai tanpa pengelolaan.

“Dampaknya fatal, mulai dari menyumbat selokan yang memicu banjir hingga merusak ekosistem air dan tanah. Belum lagi risiko kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus dan maraknya pemalsuan minyak curah,” ujar Diajeng.

BACA JUGA:Jelang Peresmian Gedung Baru, Kantah Surabaya II Bersih-bersih Total dan Perkuat Kekompakan Pegawai

Dalam proses pembuatannya, Diajeng menerapkan prosedur khusus untuk menetralisir bau dan menjernihkan minyak jelantah. Minyak direndam bersama arang aktif serta pewangi alami dari serai dan rempah-rempah selama 24 jam sebelum diolah menjadi sabun.

Menurutnya, tujuan inovasi ini bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Tujuan saya bukan hanya membuat produk, tetapi mengedukasi masyarakat bahwa minyak jelantah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan aman untuk kebutuhan nonkonsumsi,” tambahnya.

BACA JUGA:Banjir Karangan Bunga di Grand Heaven, Ribuan Pelayat Lepas Ketua DPRD Surabaya

Saat ini, Diajeng memproduksi sabun secara fleksibel, baik di rumah, kampung binaan, maupun di sekolah. Ia juga aktif memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pengelolaan minyak jelantah.

Produk sabun karyanya mulai dikenal di lingkungan sekitar, dengan pengguna dari kalangan teman sekolah, tetangga, hingga kerabat.

Diajeng berharap inovasinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan.

BACA JUGA:Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Wafat, Bendera Setengah Tiang di Gedung Dewan

“Saya berharap dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan meningkatkan kesadaran warga Surabaya terhadap bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan alam,” tutupnya.(Yat)

Kategori :