SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit akibat infeksi kelompok enterovirus Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71.
BACA JUGA:Ancaman Superflu di Tengah Bayang-Bayang Covid-19
Di Indonesia, tercatat kasus flu singapura sudah mencapai angka kurang lebih 6 ribu kasus. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun. Meski demikian, tidak menghapus kemungkinan penyakit ini bisa menjangkiti orang dewasa juga.
Mini Kidi--
Meski bernama “flu”, penyakit ini tidak sama dengan influenza. Pada awalnya, gejala Flu Singapura memang mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, dan tubuh akan terasa lemas.
BACA JUGA:Antisipasi Super Flu H3N2, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Dini
Yang membedakan dari influenza adalah beberapa hari kemudian, sekitar 1-2 hari akan muncul sariawan atau luka di dalam mulut, lidah, gusi dan bagian dalam pipi.
Kemudian beberapa hari berikutnya akan muncul ruam atau bintik merah yang terasa gatal dan nyeri di area tangan, meliputi area telapak hingga siku, kemudian di srea kaki, lutut, sekitar alat kelamin, dan bokong.
BACA JUGA:Dinkes Kota Pasuruan Pastikan Nihil Temuan Kasus Super Flu
Selain itu akan tumbuh bintil berisi cairan yang kemudian saat bintil ini pecah, cairan di dalamnya kan menimbulkan luka basah selama beberapa hari.
Hingga sekarang, belum ditemukan obat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara pencegahannya sebagai berikut:
BACA JUGA:Dinkes Jatim Catat 18 Temuan Super Flu, Pasien Bergejala Ringan
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun, terutama saat sebelum dan sesudah makan, serta saat selesai dari toilet
2. Mengawasi anak-anak agar tidak sembarangan memasukkan tangan ke dalam mulut
3. Menjaga kebersihan, terutama di area bermain anak-anak, termasuk kebersihan peralatan dan mainan anak-anak