Pembegalan di Merr Ternyata Rekayasa, Korban Mengaku Berbohong

Kamis 12-02-2026,11:24 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Laporan dugaan pembegalan di depan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jalan Ir Soekarno (Merr), Mulyorejo, akhirnya terungkap sebagai laporan palsu.

Pelapor, Krisna Putra Ramadhan, warga Taman Puspa Anggaswangi, Sidoarjo, mengakui telah merekayasa cerita pembegalan yang sebelumnya dilaporkannya ke Polsek Mulyorejo.

BACA JUGA:Gasak Motor di Buduran, Dua Begal Asal Surabaya Diringkus Polresta Sidoarjo


Mini Kidi--

Pengakuan tersebut disampaikan Kanitreskrim Polsek Mulyorejo AKP Djoko Soesanto kepada Memorandum, Kamis, 12 Februari 2026.

“Iya, korban akhirnya mengaku berbohong dengan membuat laporan palsu tentang pembegalan di Jalan Soekarno (Merr),” ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, sejak awal pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan tersebut. Dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian perkara (TKP) serta pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi tidak menemukan adanya peristiwa pembegalan sebagaimana yang dilaporkan.

BACA JUGA:Laporan Begal di Depan RSIA Merr Surabaya Dinilai Janggal

Merasa ada yang tidak sesuai, penyidik kemudian berupaya memanggil Krisna untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolsek Mulyorejo. Namun, yang bersangkutan beberapa kali mangkir dengan berbagai alasan, termasuk mengaku sedang berada di Jakarta.

Hingga akhirnya, polisi berhasil mengamankan Krisna di kawasan Arjuno pada Rabu (12/2) malam. Setelah diperiksa intensif, ia mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut tidak pernah terjadi.

“Atas perbuatannya, pelaku kini kami tahan di mako dan dijerat Pasal 361 KUHP tentang tindak pidana laporan palsu,” tegas Djoko.

BACA JUGA:Begal Motor di Wonorejo Pasuruan Jadi Sasaran Amuk MAssa, Satu Pelaku Kabur

Sebelumnya diberitakan, Krisna melaporkan dirinya menjadi korban pembegalan pada Senin (9/2) sekitar pukul 23.00. Dalam laporannya, ia mengaku dihadang enam orang pelaku yang berboncengan tiga sepeda motor dan bersenjata celurit.

Ia menyebut sepeda motor Honda Vario 125 tahun 2013 warna merah nopol L 5668 ST dirampas. Selain itu, dompet berisi uang tunai Rp150 ribu serta STNK juga diklaim ikut dibawa kabur.

Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi memastikan peristiwa tersebut hanyalah rekayasa pelapor.  (rio)

Kategori :