BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi payung penting bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Berlian Anita Megasari (41). Kepesertaan JKN nya dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sempat mengalami kendala. Berlian dinyatakan non aktif per Januari 2026.
“Tentunya saya sangat terkejut ketika mengetahui kepesertaan JKN menjadi tidak aktif. Padahal di waktu yang hampir bersamaan saya didiagnosa mengalami gangguan amandel. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi karena sering kambuh. Rasa khawatir akan biaya pengobatan yang besar pun semakin terbayang,” tuturnya, Rabu 11 Februari 2026.
BACA JUGA:Isu Penonaktifan PBI JKN, BPJS Kesehatan Pastikan Warga Surabaya Tetap Terlayani
Mini Kidi--
Tanpa menunggu lama, Berlian mencari informasi ke BPJS Kesehatan. Ia berupaya agar kepesertaan JKN PBI nya aktif kembali. Akhirnya, kepanikan Berlian semakin berkurang. Petugas menjelaskan dengan tuntas tentang reaktivasi kepesertaan PBI.
“Alhamdulillah, penjelasan dari BPJS Kesehatan sangat memuaskan. Selanjutnya, saya langsung ke dinas sosial dengan membawa surat keterangan membutuhkan layanan kesehatan. Prosesnya tidak serumit yang saya bayangkan. Petugas membantu dan menjelaskan tahapannya satu persatu,” katanya.
BACA JUGA:Terdiagnosis Kanker Rektum, Warga Bojonegoro Rasakan Manfaat Layanan JKN
Selanjutnya, berkas dan laporan Berlian dinyatakan lengkap oleh dinas sosial. Berlian mengaku sempat menunggu dengan perasaan cemas. Namun, tidak lama kemudian, status kepesertaannya aktif kembali.
“Sangat bersyukur sekali, akhirnya saya dinyatakan lolos verifikasi. Kepesertaan JKN aktif kembali. Rencana pengobatan yang sebelumnya sempat tertunda dapat terlaksana. Selanjutnya, saya mendapatkan rujukan untuk operasi di rumah sakit. Semua proses mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga tindakan dengan memanfaatkan layanan JKN begitu mudah,” jelasnya.
Berlian juga menjelaskan jika biaya pengobatannya dijamin penuh. Selain itu, tim medis memberikan perawatan dengan sangat baik.
BACA JUGA:Peserta PBI JKN Dinonaktifkan? Ini Penjelasan dan Cara Aktifkan Kembali Menurut BPJS Kesehatan
Saya benar-benar merasa terbantu. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, pelayanan yang saya terima dari tim medis sangat profesional dan penuh perhatian. Hal ini membuat saya merasa aman dan nyaman selama menjalani perawatan,” ujar Berlian.
Wanita asli Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro ini bersyukur dengan keberadaan program JKN. Ia menilai reaktivasi kepesertaan JKN sangat membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat kesehatan.
“Saya mengajak semua peserta JKN peduli terhadap status kepesertaan. Pengecekan ini penting sebagai payung kesehatan terutama saat sakit. Terutama bagi peserta yang menderita penyakit kronis, tidak perlu bingung lagi. Jangan saat sakit, baru tahu kepesertaannya tidak aktif. Setidaknya kita bisa tenang. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(top)