SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kenaikan harga emas Antam sepanjang 2025 hingga awal 2026 dinilai menjadi sinyal kuat ketidakpastian ekonomi dunia. Bahkan, di akhir Januari 2026, harga emas sempat menembus Rp3,1 juta per gram, dengan lonjakan mencapai 50–60 persen dalam setahun terakhir.
BACA JUGA:Inflasi Jawa Timur 2025 Capai 2,93 Persen, Harga Emas hingga Cabai Jadi Pemicu
Mini Kidi--
Pakar ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya, Dr. Dra. Nanik Linawati, MM., menyebut kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi pasar, melainkan cerminan keresahan investor terhadap kondisi global yang tidak stabil.
"Dalam jangka pendek, harga bisa terkoreksi karena aksi ambil untung. Namun dalam jangka panjang, emas tetap berpotensi naik akibat ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, dan persoalan demografi dunia," kata Nanik, Senin, 9 Februari 2026.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Beri Bonus Atlet SEA Games 2025, Jatim Sumbang 34 Persen Emas Indonesia
Menurut Nanik, situasi global saat ini berada dalam fase "tidak normal". Konflik internasional, kebijakan tarif tinggi, serta dinamika politik Amerika Serikat turut menciptakan iklim investasi yang tidak menentu.
Ia menegaskan, emas tetap menjadi aset favorit karena sifatnya langka dan tidak bisa dimanipulasi. Berbeda dengan saham atau kripto, pasokan emas tidak dapat diciptakan secara instan.
"Kelangkaan inilah yang membuat emas menjadi tempat berlindung saat instrumen lain kehilangan arah," tutur Nanik.
BACA JUGA:Dipercaya Manager Toko Emas, Dana Penjualan Masuk Rekening Pribadi
Namun, Nanik mengingatkan, lonjakan harga emas juga merupakan "sinyal merah" bagi perekonomian global. Kenaikan tajam menunjukkan krisis kepercayaan investor terhadap aset produktif.
"Ini indikasi dunia mendekati resesi. Selama ketegangan geopolitik dan ego kekuasaan masih kuat, emas akan terus menjadi pelarian modal," tegasnya.
Ia pun mengimbau investor tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Dengan sikap tenang, investor bisa menjaga nilai kekayaan tanpa terburu-buru," pungkasnya. (Ain)