Peringati Hari Kanker Sedunia, Dinkes Tulungagung Ajak Warga Deteksi Dini dan Lawan Bersama

Rabu 04-02-2026,12:27 WIB
Reporter : Firman Imansyah
Editor : Fatkhul Aziz

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap 4 Februari dimanfaatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker. Upaya ini dinilai penting mengingat jumlah kasus kanker di Tulungagung terbilang cukup tinggi.

Pada peringatan Hari Kanker Sedunia tahun 2026, tema “Bersatu dalam Keunikan” diusung dengan menempatkan manusia sebagai pusat perawatan. Tema ini menekankan bahwa setiap pengalaman pasien kanker berbeda, namun dengan kebersamaan, kanker dapat dilawan secara kolektif oleh individu, keluarga, dan komunitas.

BACA JUGA:Tips Mengembalikan Nafsu Makan dan Menjaga Kebugaran Tubuh Selama Masa Pemulihan dari Kanker


Mini Kidi--

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menyebut data kasus kanker di Tulungagung menjadi alarm bagi semua pihak. Hingga saat ini, tercatat ratusan warga harus berjuang melawan penyakit tersebut.

“Di Tulungagung saat ini terlaporkan 278 kasus kanker serviks, 984 kasus kanker payudara, 92 kasus kanker paru, dan 113 kasus kanker kolorektal atau usus. Angka ini patut menjadi perhatian kita semua karena kanker bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia,” terang Desi, Rabu 4 Februari 2026.

BACA JUGA:Cegah Kanker Serviks, Dinkes-PPKB Kota Madiun Gelar Skrining HPV DNA Gratis

Perempuan berkacamata tersebut menambahkan, proses pengobatan kanker tidaklah mudah dan membutuhkan waktu panjang serta dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.

Menurut Desi, meski kanker dikenal sebagai penyakit ganas dan mematikan, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar apabila ditemukan sejak dini.

“Sel kanker yang ditemukan lebih awal akan lebih mudah ditangani. Tingkat keberhasilan pengobatan dan kesembuhan juga jauh lebih tinggi dibandingkan jika sudah pada stadium lanjut,” jelasnya.

BACA JUGA:JKN Jadi Harapan Bagi Sri, Warga Trenggalek Penderita Kanker untuk Jalani Pengobatan

Desi menyoroti dua jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan, yakni kanker serviks atau leher rahim dan kanker payudara. Kedua jenis kanker ini, kata dia, sebenarnya bisa dideteksi sejak dini dengan metode pemeriksaan yang sederhana.

“Salah satu kanker yang banyak menyerang wanita adalah kanker serviks dan kanker payudara. Deteksi dini bisa dilakukan dengan tes IVA dan pemeriksaan HPV DNA untuk kanker serviks, serta pemeriksaan SADANIS untuk kanker payudara,” tuturnya.

Untuk memudahkan akses layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Tulungagung menyediakan pemeriksaan deteksi dini kanker secara gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di seluruh puskesmas.

BACA JUGA:Semangat Hari Pahlawan, Gotong Royong Bayar Iuran Ringankan Pengobatan Pasien Kanker

Kategori :