Sakit Hati Nomor Diblokir, Pria Semampir Rusak Kantor Yayasan Savy Amira Surabaya

Minggu 01-02-2026,19:56 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seorang pria bernama Pangestu (25) merusak Kantor Yayasan Savy Amira Sahabat Perempuan di Jalan Kemlaten Baru Barat karena sakit hati nomor teleponnya diblokir, hingga harus berurusan dengan polisi, Minggu 1 Februari 2026.

BACA JUGA:Kasus Perusakan Rumah Medokan Ayu, Kejari Surabaya Terima Pelimpahan Tersangka Permadi

Dilatarbelakangi emosi, Pangestu yang tinggal di Jalan Rawa Baru, Semampir, terbukti melakukan perusakan secara berulang di kantor yayasan tersebut.


Mini Kidi--

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Pangestu tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor oleh penyidik Polsek Karangpilang.

Kanitreskrim Polsek Karangpilang, AKP Kusmianto, menyatakan tersangka diwajibkan lapor dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Kamis, hingga berkas perkara dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

“Tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Maksimal ancamannya 2 tahun 6 bulan,” tegas Kusmianto.

BACA JUGA:Terus Bertambah, Satu Lagi Tersangka Perusakan Rumah Nenek Elina Ditangkap

Menurutnya, peristiwa perusakan terjadi pada Sabtu 27 Desember sekitar pukul 11.00 dan kembali terulang pada Senin 5 Januari sekitar pukul 14.00 di Kantor Yayasan Savy Amira Sahabat Perempuan, Jalan Kemlaten Baru Barat.


Barang bukti perusakan kantor Yayasan Savy Amira diamankan polisi.-Oskario Udayana-

“Berdasarkan hasil penyidikan, aksi nekat Pangestu dipicu rasa sakit hati dan emosi setelah nomor teleponnya diblokir pihak yayasan,” jelas Kusmianto.

Tersangka kemudian melampiaskan kemarahannya dengan melempar batu dan kursi ke dalam kantor, sehingga kaca jendela pecah dan sejumlah perabot mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut diketahui karyawan yayasan, Alivia (31), warga Jalan Raya Lontar, Kecamatan Sambikerep, saat masuk kerja pada Senin pagi setelah kantor libur sejak 20 Desember 2025.

BACA JUGA:Polisi Amankan Samuel Buntut Perusakan Rumah Nenek Elina, Tangan Diborgol

“Begitu masuk kantor, karyawan melihat kondisinya sudah berantakan. Ada kursi dan tong sampah rusak di halaman. Setelah dicek, kaca jendela juga pecah dan ditemukan pecahan beton di dalam kantor,” beber Kusmianto.

Kategori :