MEMORANDUM.DISWAY.ID-Chelsea menunjukkan mental baja dengan bangkit dan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham United di Stamford Bridge.
Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Liam Rosenior terbukti krusial dalam membalikkan keadaan dan menyelamatkan The Blues dari kekalahan.
Kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri penting bagi pelatih kepala Chelsea yang tengah membangun skuad muda serta mempererat hubungan dengan pendukung.
Namun, situasi sempat terlihat mengkhawatirkan pada babak pertama, terutama setelah keputusan merotasi tujuh pemain justru berbuah petaka.
Chelsea tampil tidak rapi dan kehilangan kekompakan. Mereka tertinggal dua gol lebih dulu lewat aksi Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville.
Rotasi besar-besaran dari laga sebelumnya melawan Napoli membuat permainan tuan rumah jauh dari kata solid.
Perubahan signifikan terjadi setelah tiga pergantian pemain di babak pertama. Wesley Fofana mengirimkan umpan silang yang diselesaikan João Pedro untuk memperkecil ketertinggalan.
Tak lama berselang, sundulan Marc Cucurella sukses menyamakan skor dan menghidupkan kembali harapan publik Stamford Bridge.
Enzo Fernández kembali menunjukkan kelasnya sebagai motor permainan Chelsea musim ini. Perannya sangat menentukan dalam proses kebangkitan tim, sementara Pedro Neto turut berkontribusi lewat assist penting.
Meski demikian, pertanyaan mengenai kebijakan rotasi dan kualitas pemain pelapis Rosenior masih menjadi sorotan.
Laga semakin panas di masa tambahan waktu ketika Jean-Clair Todibo harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah, menutup pertandingan penuh drama yang memanjakan penonton.
West Ham sebenarnya tampil solid dengan hanya melakukan satu perubahan dari kemenangan 3-1 atas Sunderland.
Mereka unggul lebih dulu melalui gol Bowen yang memanfaatkan situasi kemelut di kotak penalti Chelsea, membuat Robert Sánchez gagal mengantisipasi bola dengan sempurna.
Meski tidak tampil buruk, Chelsea kehilangan kelancaran permainan yang sebelumnya terlihat saat menang atas Napoli.
Jorrel Hato yang dimainkan sebagai bek kiri sempat membangun kerja sama apik dengan Alejandro Garnacho, tetapi sisi pertahanan tersebut kerap dieksploitasi lawan.
Kekurangkompakan akibat rotasi kembali dimanfaatkan West Ham untuk mencetak gol kedua.
Bowen mengontrol bola panjang dengan baik sebelum mengirimkan umpan kepada Aaron Wan-Bissaka, yang menusuk ke kotak penalti dan memberikan assist matang kepada Summerville untuk mencetak gol.
Chelsea menutup babak pertama dengan performa gugup dan harus menerima cemoohan dari para pendukung.
Menyadari masalah tersebut, Rosenior memasukkan Cucurella, Fofana, dan João Pedro pada babak kedua, disusul masuknya Pedro Neto menggantikan Jamie Gittens yang cedera.
Dengan komposisi pemain yang lebih mendekati kekuatan terbaik, Chelsea mulai mengambil alih permainan.
Meski sempat terancam kebobolan gol ketiga, penyelamatan penting dari Robert Sánchez menjadi titik awal kebangkitan sebelum The Blues akhirnya memastikan kemenangan.