BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Revallendra Novla Pratama Effendi (22) makin sadar bahwa kesehatan bukan sekadar urusan pribadi. Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) baginya adalah pilihan tepat. Menurutnya hal ini menyangkut keberlanjutan sistem kesehatan untuk menopang jutaan orang.
Mini Kidi--
Ia mengetahui jika BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp 50 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik. Angka sebesar ini akhirnya membuatnya berpikir bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.
“Penyakit jantung, stroke dan kanker tentu menjadi momok yang sangat ditakuti. Jika masyarakatnya sehat tentu biaya pengobatan bisa berkurang. Secara harfiah, saya mulai giat untuk olahraga. Tidak muluk-muluk, pola Gerak Sehat 335 yang dikenalkan BPJS Kesehatan rutin saya jalani. Jalan santai tiga menit, dilanjutkan jalan cepat, diulang lima kali sehingga total waktunya 30 menit," kata Revallendra.
BACA JUGA:Mengerti Alur dan Rasakan Manfaatnya, Cerita Zumrotul sebagai Peserta JKN
Awalnya terasa sepele, tetapi setelah dua minggu dilakukan, tubuh terasa lebih ringan dan pikiran lebih segar. Yang paling mengejutkan baginya, aktivitas sesederhana itu membuat Revallendra ingin hidup lebih sehat secara menyeluruh. Untuk itu, Revallendra membiasakan diri untuk jalan kaki setiap hari. Kesadaran ini baru muncul ketika ia memperhatikan pola makan hariannya.
“Selama ini saya pikir makanan rumahan sudah cukup aman. Tapi setelah mulai membaca kembali kandungan gizi, saya jadi sadar bahwa kebutuhan tubuh bukan hanya soal kenyang, tapi seimbang. Kini saya lebih sering menambah sayur dan membatasi gorengan. Akhirnya camilan manis dengan buah menjadi santapan utama. Prinsipnya yang saya makan hari ini menentukan kondisi tubuh saya bertahun-tahun ke depan,” tambah pemuda asal Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro ini.
BACA JUGA:Hampir Seluruh Warga Terlindungi JKN, Surabaya Raih UHC Awards 2026
Upaya menjaga kesehatan juga dilengkapi Revallendra dengan memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Ia berpendapat prosesnya cepat dan sangat membantu.
“Menggunakan aplikasi ini sangat mudah dan cepat. Hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja. Saya diarahkan menjawab beberapa pertanyaan terkait kebiasaan, riwayat penyakit, dan potensi risiko kesehatan. Hasilnya membuat saya lebih paham area mana yang perlu lebih dijaga. Rasanya seperti memiliki cermin kesehatan yang objektif namun mudah diakses. Ternyata layanan JKN semakin hari sangat memudahkan dan banyak sekali manfaatnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Sabet Penghargaan UHC Madya, 99 Persen Warga Kabupaten Pasuruan Tercover JKN
Berprofesi sebagai guru informatika, Revallendra berkomitmen bahwa gaya hidup sehat tidak harus mahal. Menurutnya dengan langkah kecil yang dilakukan konsisten merupakan langkah preventifnya.
“Tanggal 22 Januari diperingati sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional sedangkan 25 Januari sebagai Hari Gizi Nasional. Dua tanggal itu seperti pengingat bahwa pola hidup sehat harus ditingkatkan secara konsisten. Jangan tunggu sakit baru punya JKN. Program-program promotif dan preventifnya sangat bisa dirasakan. Misalnya saja ajakan bergerak adan edukasi gizi di tengah tingginya kasus penyakit katastropik. Kini saya percaya bahwa menjaga kesehatan bukan harus dimulai dari langkah besar. Cukup mulai dari langkah kaki pertama dan memilih makanan dengan sadar. Saya dan keluarga sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Perlindungannya menjadi pendorong untuk menjadi lebih sehat dan bahagia,” pungkasnya. (top)