Gelar Dialog Publik, PWI Gresik Dorong Pemkab Tingkatkan PAD untuk Kemandirian Daerah

Jumat 23-01-2026,14:53 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Fatkhul Aziz

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik mendorong pemerintah daerah menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Hal itu ditegaskan dalam dialog publik bersama para pejabat di Gresik. 

Dialog publik bertajuk Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah, itu digelar untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI.

BACA JUGA:Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Mulai 2026, DPRD Usul Pemanfaatan Anggaran SILPA


Mini Kidi--

Dalam kegiatan yang berlangsung di Gresik Kota Baru (GKB), Kamis 22 Januari 2026 itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, meminta pembangunan daerah tidak hanya dilakukan dengan berpatok pada besaran anggaran. 

"Akan tetapi bagaimana memastikan setiap satu rupiah anggaran yang dialokasikan itu tepat sasaran," ujar Deni.

BACA JUGA:Kebutuhan Penanganan Jalan Desa Tinggi, Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Mulai 2026

Pihaknya juga menuntut pemerintah daerah lebih inovatif dan adaptif dalam menggali potensi pendapatan daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk pers merupakan langkah penting untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. 

"Pers tidak hanya menulis berita, tetapi juga memberikan solusi dari permasalahan masyarakat dan daerah. Harapannya bisa bermanfaat dalam perumusan kebijakan untuk kesejahteraan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menekankan pentingnya peran pers dalam mengawal kebijakan publik. Khususnya dalam pengelolaan anggaran dan optimalisasi pendapatan daerah.

BACA JUGA:Harga Bahan Pokok Bawean Meroket Imbas Pelayaran Tertunda, Pemkab Gresik Upayakan Kapal Bantuan

"Karena Gresik sangat potensial sekali, tetapi dari sisi fiskal jauh dari yang dimiliki. Potensi itu harus bisa dikapitalisasi sehingga tingkat kemandirian daerah Gresik lebih baik," ucapnya.

Selain itu, ia menilai, banyaknya perusahaan berskala besar di Gresik seharusnya bisa mendongkrak PAD hingga Rp1,1 triliun. Sebagai tuan rumah, Gresik dianggap patut mendapat keuntungan besar dari industri untuk kesejahteraan warga.

"Lebih dari 50 persen dari PDRB Gresik disumbang oleh industri olahan. Sementara PAD hanya bertumpu pada pajak daerah, retribusi, BPHTB saja. Jangan bergantung pada sektor tersebut,” katanya. 

BACA JUGA:Pemkab Gresik Perkuat Teknologi dan Industrialisasi Pertanian Dukung Swasembada Pangan

Kategori :