YouTube Janji Tertibkan Maraknya Video AI Slop Sepanjang 2026

Jumat 23-01-2026,08:55 WIB
Reporter : Mg/ Michael Maeda
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki awal tahun 2026, platform berbagi video raksasa, YouTube, mengambil langkah tegas terhadap tren konten buatan kecerdasan buatan (AI) yang dikenal dengan istilah "AI Slop". Langkah ini diambil menyusul keresahan pengguna terkait membanjirnya video berkualitas rendah yang dinilai merusak ekosistem informasi di platform tersebut.

AI slop menjadi istilah untuk konten video 'instan' hasil rakitan kecerdasan buatan yang minim nilai kreativitas. Cirinya jelas: narasi otomatis yang kaku dan visual generatif yang seragam. Karena dibuat hanya untuk memancing algoritma melalui topik-topik viral, konten ini kerap mengabaikan akurasi informasi. Pada akhirnya, AI slop lebih mengutamakan kuantitas dan sensasi daripada kualitas konten yang sebenarnya

BACA JUGA:Youtuber Kepala Jenggot Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya


Mini Kidi--

YouTube mulai mengambil langkah antisipasi terhadap dampak buruk kecerdasan buatan di platformnya. Meski mempermudah kreator, AI juga memicu munculnya konten berkualitas rendah atau 'AI slop'. YouTube pun merespons dengan memperketat kebijakan monetisasi dan memperbarui algoritma rekomendasi agar ekosistem mereka tetap terjaga dari konten-konten otomatis yang tidak bermutu.

Untuk menekan penyebaran konten sampah, YouTube meningkatkan deteksi konten berkualitas rendah dan mengevaluasi kanal yang berproduksi secara ugal-ugalan. Algoritma terbaru mereka nantinya akan lebih memprioritaskan video orisinal daripada sekadar video instan. YouTube juga menegaskan bahwa transparansi penggunaan AI kini menjadi syarat penting demi menjaga kepercayaan pengguna di ekosistem mereka.

BACA JUGA:Terbukti Lakukan Kekerasan Psikis ke Suami, Selebgram Vinna Natalia Dituntut 4 Bulan Penjara

Dampak buruk AI slop juga dirasakan langsung oleh komunitas kreator yang menjunjung tinggi etika produksi. Banjir konten otomatis dalam skala besar membuat video-video yang dibuat secara serius kehilangan panggungnya. Fenomena ini menciptakan persaingan yang tidak sehat, di mana kualitas konten sering kali kalah oleh gempuran kuantitas dari sistem produksi bertenaga AI.

Ke depannya, kebijakan YouTube akan terus berevolusi sejalan dengan perkembangan AI. Pesan mereka cukup jelas: AI dipandang sebagai peluang, bukan larangan. Selama konten yang dihasilkan tetap mengedepankan sisi orisinalitas dan rasa tanggung jawab kepada audiens, teknologi ini akan tetap memiliki tempat di dalam ekosistem YouTube.

BACA JUGA:Selebgram Tersangka Investasi Bodong di Gresik Janjikan Keuntungan Bervariasi

Sepanjang 2026, janji penertiban ini menjadi pertaruhan YouTube dalam menjaga keseimbangan platformnya. Targetnya jelas: memastikan inovasi AI tetap berjalan beriringan dengan ekosistem kreator yang sehat. Pada akhirnya, keberlanjutan platform ini sangat bergantung pada bagaimana YouTube memuliakan konten berkualitas di tengah gempuran teknologi.

Kategori :