Para penerima bantuan mendapatkan paket sembako serta kebutuhan penunjang pemenuhan gizi. Meski nilainya tidak besar, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus berkontribusi menekan angka stunting di Jawa Timur.
"Pemerintah harus hadir. Program seperti ASN Peduli-Berbagi ini mungkin sederhana, tetapi setidaknya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.
BACA JUGA:Peduli Korban Bencana Sumatera, Happy Puppy Group Sumbang Rp200 Juta
Salah satu penerima bantuan, Maharani, ibu hamil yang tergolong keluarga risiko stunting, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. Ia menerima paket sembako berisi beras, gula, dan mi instan.
Maharani mengungkapkan bahwa sebelumnya ia pernah mengalami dua kali keguguran dan kehilangan satu anak. Ia berharap Kemendukbangga/BKKBN Jatim terus hadir mendampingi masyarakat kecil, khususnya warga di sekitar kantor BKKBN.
"Alhamdulillah sangat membantu. Semoga kehamilan saya yang keempat ini berjalan lancar," pungkasnya.
BACA JUGA:Peduli Bencana, PELNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra
Sebagai catatan, prevalensi stunting di Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 14,7 persen. Meski menunjukkan tren penurunan, sejumlah daerah masih mencatat angka yang cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian dan kerja bersama dari seluruh pemangku kepentingan. (Ain)