Dikepung Banjir Usai Hujan Deras 4 Jam, Kawasan Simo Terendam Setinggi Pinggul

Senin 05-01-2026,14:06 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Fatkhul Aziz

Ia menambahkan bahwa fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Dalam dua bulan terakhir, rumahnya sudah dua kali kebanjiran. 

"Kalau hujannya tidak reda-reda, pasti air naik dan masuk ke rumah. Sebelumnya terjadi pas akhir tahun kemarin," keluhnya.

Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) langsung menerjunkan kekuatan maksimal. 

BACA JUGA:Kamal Diterjang Banjir Bandang, BPBD Ingatkan Warga Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyatakan pihaknya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel untuk menangani genangan.

"Dari total 97 unit armada yang kami miliki, 30 unit di antaranya memiliki spesifikasi khusus untuk penyedotan air. Petugas sudah bergerak sejak pukul 16.00 WIB secara dinamis mengikuti laporan masyarakat," jelas Laksita Rini.

Tantangan petugas di lapangan semakin berat lantaran di saat yang bersamaan, terjadi lima hingga enam kejadian kebakaran di beberapa lokasi. 

BACA JUGA:Emergency Medical Team Jawa Timur Lakukan Respons Terpadu Pascabencana Banjir di Aceh

"Meski beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, seluruh laporan tetap bisa tertangani berkat koordinasi cepat melalui Command Center 112," tegasnya.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu tumbangnya sejumlah pohon di titik-titik vital. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, melaporkan pihaknya menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan dahan.

Beberapa titik pohon tumbang di antaranya di Jalan Darmokali berupa pohon flamboyan berdiameter sentimeter. Kemudian pohon Sono berdiameter 35 sentimeter tumbang di Jalan Raya Kutisari Indah, di Jalan Demak Utara pohon mahoni tumbang.

BACA JUGA:Pulihkan Trauma Pascabanjir, Layanan Psikososial Hadir untuk Masyarakat Pidie Jaya Aceh

DLH juga menyiagakan 23 tangki air untuk membantu percepatan penyedotan genangan di wilayah yang sulit surut.

"Prioritas kami adalah memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat dan menjaga kelancaran lalu lintas," ujar Dedik.(alf)

Kategori :