Tahun Baru, Hidup Baru: Langkah Pertama Tanpa Nama Belakangnya (1)

Jumat 02-01-2026,07:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Bulan tahu, hidup baru ini tidak akan mudah. Tapi ia juga sadar, dirinya bukan lagi perempuan yang sama seperti dulu. Ia bukan istri yang selalu mengalah. Ia bukan ibu yang selalu diam saat diremehkan. Ia bukan perempuan yang hidup menunggu dikasihi.

“Aku bukan korban,” katanya pada dirinya di cermin.

“Aku penyintas. Dan aku pantas punya hidup yang baru.”

Malamnya, Bulan mengajak anaknya menulis mimpi di secarik kertas, lalu menggantungnya di jendela. Anak kecil itu menulis, “Aku ingin ibu bahagia lagi.” Kalimat sederhana yang menghantam keras di dada Bulan.

Ia memeluk anaknya erat. Dalam diam, ia berjanji akan menjadi ibu yang kuat, bukan karena harus, tapi karena ingin. Tahun ini, ia tidak ingin menunggu cinta. Ia akan membangun ulang dunianya dengan tangannya sendiri.

Tahun baru, hidup baru. Bukan sekadar semboyan. Tapi pilihan. Dan Bulan telah memilih: untuk bangkit, bukan berkubang. Untuk melangkah, bukan menunggu.

Kategori :