“Kantor baru ini kami siapkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian,” ujar Novianto.
Konferensi pers ditutup dengan sesi dialog terbuka bersama insan media. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pengawasan orang asing, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi digital. Diskusi berlangsung konstruktif, mencerminkan komitmen Imigrasi Jawa Timur dalam menghadapi tantangan keimigrasian yang semakin dinamis. (mik)