Malang, Memorandum.co.id - Transisi menuju normal baru menghadirkan tantangan tersendiri bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Berangsur pulihnya roda perekonomian, membuat denyut bisnis di sejumlah sektor kembali hidup. Pun demikian dengan optimalisasi pendapatan dari sektor pajak daerah, harus tetap berjalan guna menunjang pembangunan daerah yang lesu dihajar gelombang pandemi. Salah satu lini yang menjadi perhatian Bapenda saat ini adalah transaksi online, seperti terjadi di sektor kuliner, perhotelan dan periklanan. Di masa pandemi, umumnya masyarakat memanfaatkan kemudahan transaksi via aplikasi online. Bahkan, Walikota Malang H Sutiaji sempat mengeluarkan surat edaran (SE) saat pandemi Covid-19 yang mengutamakan pelayanan resto, cafe dan rumah makan melalui sistem take away. Sehingga dari hasil sidak serta pemantauan diperoleh bukti-bukti tentang meningkatnya omset transaksi online pada sektor usaha terkait. “Kondisi ini semakin membiasakan masyarakat kita dengan jasa aplikasi online atau digital. Mau pesan makanan tinggal order, mau booking hotel tinggal reservasi dari aplikasi, begitu juga mau pasang reklame bisa via online. Pengelola usaha kuliner seperti resto, cafe serta manajemen hotel dan pengusaha reklame harus menyadari bahwa mereka tetap menghimpun pajak dari customer,” kata Kepala Bapenda Kota Malang Ir Ade Herawanto MT. Kesadaran inilah yang ditekankan kembali oleh Bapenda karena masa keringanan atas berbagai insentif pajak di masa pandemi Covid-19 segera berakhir. “Ini sesuai instruksi Walikota dan arahan Komisi B DPRD tentang transaksi online. Sinkronisasi data diperlukan karena pajak yang mereka himpun adalah dari customer,” jelas Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya. Ini tentunya menjadi tantangan baru karena selain menguji self assesment Wajib Pajak juga diperlukan klarifikasi data dengan penyedia jasa aplikasi bersangkutan. Oleh karena itu, selain sosialisasi kebijakan kepada masyarakat, khususnya Wajib Pajak dan pengelola usaha, pihak Bapenda juga berupaya mengoptimalkan sinkronisasi data dengan pihak penyedia jasa aplikasi online seperti Go Food. Undangan untuk audiensi sinkronisasi data transaksi online pun sudah dilayangkan sampai tiga kali ke kantor industri start up digital yang berkantor di kawasan Jl Martadinata Kota Malang. Sayangnya, pihak operator bersangkutan tidak juga hadir. Mereka berkelit keberatan memenuhi permintaan Bapenda. Dalam surat jawaban yang dikirimkan kepada Bapenda, Gojek (pemilik lini layanan Go Food) berkilah tidak memiliki otoritas dan hak untuk memberikan data yang diharapkan Bapenda untuk sikronisasi. “Undangan sudah tiga kali, tapi sampai sekarang tidak ada yang hadir memenuhi udangan kami. Karena pertimbangan faktor psikologis masyarakat di masa pandemi Covid-19, maka kami hanya bisa menghimbau supaya mereka bisa bekerjasama dengan petugas pajak secara baik,” papar Sam Ade. (*/ari/gus)
Bapenda Kota Malang Datangi Kantor Gojek
Selasa 30-06-2020,18:01 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 20-08-2026,19:51 WIB
Bawaslu Jatim Hormati Penggeledahan Kejari di Bawaslu Kota Madiun
Kamis 20-08-2026,23:09 WIB
BPJS SATU Hadir di Rumah Sakit, Peserta JKN Bisa Dapat Informasi dan Sampaikan Pengaduan
Kamis 20-08-2026,16:05 WIB
Kail Terseret Ikan, Pemancing Tenggelam di Tambak Putat Lor Gresik
Kamis 20-08-2026,21:58 WIB
32 Dump Truk Angkut Residu Sampah Ilegal di Keputih ke TPA Benowo
Kamis 20-08-2026,20:28 WIB
Kontrak JPC Parkir Pasar Sleko Berakhir, Pemkot Madiun Siapkan Alih Kelola ke Aneka Usaha
Terkini
Jumat 21-08-2026,15:56 WIB
CV BJ Gagal Menang Tender Proyek Lanskap MPP Kota Madiun, Pokja Evaluasi Ulang
Jumat 21-08-2026,15:35 WIB
Mobil Patroli Polsek Tambaksari Terbakar, Penanganan Kasus Diambil Alih Polrestabes Surabaya
Jumat 21-08-2026,15:24 WIB
JKN Hadir saat Dibutuhkan, Endang Terbantu Jalani Operasi Hemoroid Tanpa Terbebani Biaya
Jumat 21-08-2026,15:16 WIB
Atap RM 5 Jaya Situbondo Terbang Diterjang Puting Beliung
Jumat 21-08-2026,15:08 WIB