Lindungi Pesisir dari Abrasi, Pelajar SMP Surabaya Tanam 18.200 Mangrove

Minggu 07-12-2025,15:16 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Fatkhul Aziz

Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terjun langsung melakukan pembibitan dan penanaman di tiga lokasi, diantaranya Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

BACA JUGA:Tanam 1.000 Bibit Mangrove, Kolaborasi Pemkot Bersama WVI Jaga Kelestarian Lingkungan Pesisir Surabaya

Program ini bahkan menarik perhatian dunia internasional. Siswa dari Korea Selatan tercatat pernah berkunjung untuk berdiskusi dan mempelajari pengelolaan ekosistem mangrove yang digagas oleh komunitas sekolah ini.

Gerakan Mangrove Warrior tidak hanya berfokus pada ekologi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Bekerja sama dengan Lulut Sri Yuliani, peraih Kalpataru, Harley mengembangkan enam jenis mangrove menjadi produk bernilai guna.

Mangrove tersebut diolah menjadi berbagai produk kreatif, antara lain sirup dan kecap, sampo dan kondisioner vitamin rambut, pewarna alami batik. 

BACA JUGA:Benahi Hutan Mangrove Pantai Dubibir Situbondo, Mas Rio Libatkan Pokdarwis

"Inovasi ini membuktikan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekologis, tetapi juga sumber ekonomi kreatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan," ungkap Harley.

Perjalanan Harley masih panjang. Didukung oleh Wahana Visi Indonesia dan komunitas lokal, ia menetapkan target penanaman 25.000 mangrove hingga akhir Desember 2025, dan 40.000 mangrove pada pertengahan 2026.

Harley berkomitmen untuk terus mengabdikan diri pada program Pangeran Putri Lingkungan Hidup Tunas Hijau yang diprakarsai Zamroni. Baginya, setiap bibit yang ditanam adalah harapan baru untuk menghijaukan generasi mendatang. (alf)

Kategori :