Profesor Dessy Jebolan SMADA Lamongan Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unair Surabaya di Usia Muda

Kamis 30-10-2025,19:35 WIB
Reporter : Syaiful Anam
Editor : Ferry Ardi Setiawan

LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri asal Lamongan. Prof Dr Dessy Harisanty SSos MA dosen muda Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang vokasional pada Kamis 30 Oktober 2025.

BACA JUGA:SMA Award 2025, SMADA Lamongan Torehkan Empat Penghargaan Sekaligus

Upacara pengukuhan digelar di Aula Garuda Mukti, Kampus C Unair, Surabaya, dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta keluarga besar Prof. Dessy.


Mini Kidi--

Pencapaian ini menjadikan Prof Dessy sebagai salah satu profesor muda jebolan SMA Negeri 2 Lamongan. Ia dikenal sebagai sosok rendah hati dan berkomitmen pada pengembangan pendidikan berbasis riset serta pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:Gubes Unair Sarankan Surabaya Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif untuk Pembangunan Infrastruktur

Sebelum dikukuhkan sebagai guru besar, Prof Dessy aktif meneliti isu-isu komunikasi publik, literasi digital, serta inovasi pembelajaran vokasi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan orasi ilmiah bertema “Transformasi Literasi Digital dalam Membangun Generasi Vokasi yang Adaptif di Era Disrupsi Teknologi.”

BACA JUGA:Polsek Mulyorejo Kawal Pengukuhan Dua Guru Besar UM Surabaya, Keamanan Jadi Prioritas

Dalam orasinya, Prof Dessy menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan karakter mahasiswa agar siap menghadapi tantangan zaman.

“Mahasiswa vokasi tidak hanya harus bisa bekerja, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang kerja. Dunia digital membuka ruang tanpa batas, dan di situlah generasi muda harus mengambil peran,” ujar Prof Dessy, disambut tepuk tangan riuh para akademisi dan tamu undangan.

Dekan Fakultas Vokasi Unair menyampaikan bahwa pengukuhan Prof Dessy merupakan kebanggaan sekaligus inspirasi bagi sivitas akademika.

BACA JUGA:Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Profesor di UB Tawarkan Kota Ramah Pejalan Kaki

“Beliau contoh nyata dosen muda yang konsisten berkontribusi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, keluarga besar di Lamongan turut menyambut penuh syukur atas pencapaian tersebut. Ayahanda Prof Dessy, dengan suara haru, menyampaikan rasa bangga dan doa untuk sang putri.

“Sejak kecil Dessy memang tekun belajar dan pantang menyerah. Kami hanya bisa bersyukur dan berharap semoga ilmunya bermanfaat bagi banyak orang,” tutur sang ayah ketika dihubungi memorandum.co.id. (pul)

Kategori :