“Kita ingin menciptakan perubahan nyata. Ketika teknologi digunakan dengan tepat, ia bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan sosial,” ujar Nur Mahmudah menutup wawancara.
Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat gerakan nasional deteksi dini kanker serviks dan membantu menurunkan angka kematian akibat penyakit yang masih menjadi momok bagi perempuan Indonesia tersebut. (top)