Gresik, memorandum.co.id - Jajaran Polres Gresik berhasil membongkar jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (Upal). Sebanyak 4 orang diamankan dan sedikitnya 50 juta Upal disita. Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasat Reskrim, AKP Panji Pratistha Wijaya saat merilis ungkap kasus ini di Joglo Mapolres, Selasa (16/6/2020) membeberkan, pengungkapan kasus peredaran Upal ini berawal adanya informasi dari masyarakat. "Pemilik toko di daerah Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo melapor ke Polsek Driyorejo terkait adanya seseorang yang sedang berbelanja di tokonya menggunakan uang pecahan Rp. 100.000 palsu, selanjutnya anggota Polsek dan Opsnal Polres Gresik berhasil mengamankan satu orang pelaku atas nama Arief Aryuanda Sukarno (25) yang mengaku mendapatkan uang palsu tersebut ayahnya Eko Sukarno," beber Arief. Kapolres melanjutkan, berdasar pengakuan itu, tim Opsnal melakukan pengembangan dan mengamankan Eko Sukarno (50) di kosannya di daerah Balongbendo, Sidoarjo. "Saat dilakukan penggeledahan di kosan didapati uang palsu sebesar Rp. 13.000.000, pecahan RP. 100.000," ujar Arief. Kepada petugas, Eko mengaku membeli uang palsu tersebut dari tersangka M. Nazamuddin Arief (48) di daerah Madiun. Petugas pun langsung mencokoknya dan berhasil menyita uang palsu sebesar Rp. 14.000.000. Tak berhenti di situ, petugas pun terus mengembangkan kasus berdasar pengakuan Nazamuddin yang memesan uang palsu tersebut dari Cahyo Widodo (49) di Kediri. Petugas pun melakukan penangkapan kepada Cahyo dan mendapati di rumahnya terdapat alat-alat berupa printer, alat sablon, cat printer, kertas coklat, uang palsu sebesar Rp. 12.000.000, dan beberapa alat lainnya yang digunakan untuk membuat uang palsu. "Total sebanyak empat orang tersangka yang sudah diamankan, termasuk produsennya. Sedangkan untuk barang bukti yang kita amankan sebanyak Rp 58 Juta uang palsu dan sudah produksi sebanyak Rp 200 juta uang palsu yang beredar di masyarakat," imbuh Arief. Kasat Reskrim Polres Gresik menambahkan, berdasar pengakuan para tersangka, peredaran uang palsu ini tidak hanya di Jawa Timur saja namun sudah masuk di Jawa Tengah hingga Jakarta. "Total uang palsu yang disita sejumlah Rp 58 juta dan uang asli dari hasil kembalian uang palsu yang disita sebesar Rp. 4.337.000," pungkasnya.(and/har)
Polres Gresik Bongkar Jaringan Pengedar Upal
Selasa 16-06-2020,12:06 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-07-2026,16:31 WIB
Korupsi Sosperda Jember, Mantan Pimpinan Dewan dan Kroni Dituntut Hukuman Penjara dan Denda Miliaran Rupiah
Jumat 03-07-2026,10:57 WIB
Gandeng Media, BPJS Kesehatan Tulungagung Sukses Gelar Publik Expose
Jumat 03-07-2026,09:36 WIB
MBG Vakum Selama Libur Sekolah, Relawan Dapur SPPG Kehilangan Penghasilan
Jumat 03-07-2026,11:23 WIB
Kemarau Ekstrem Mengintai Jombang, BPBD Siagakan Status Darurat dan Petakan Wilayah Rawan
Jumat 03-07-2026,08:47 WIB
Furqon Terdakwa Penggelapan Penjualan Kasur di Sidoarjo Dapat Diskon Putusan, Kuasa Pelapor: Ini Tak Adil
Terkini
Sabtu 04-07-2026,00:01 WIB
Pemkot Madiun Mulai Perbaiki 29 Ruas Jalan, Prioritaskan Jalur Protokol dan Kawasan Wisata
Jumat 03-07-2026,23:36 WIB
Gugatan Ditolak PN Kepanjen, Sengketa Yayasan Pendidikan di Turen Masuki Babak Akhir
Jumat 03-07-2026,23:24 WIB
Tim Sepak Takraw Putra-Putri Jatim Lolos ke Semifinal LSI Wilayah II
Jumat 03-07-2026,23:01 WIB
Tongkang Muat Alat Konstruksi Kandas di Perairan Situbondo, Ratusan Tiang Pancang dan Crane Tenggelam
Jumat 03-07-2026,22:56 WIB