BACA JUGA:Wali Kota Malang Sebut GPM Menstimulus Kestabilan harga dan Daya Beli Masyarakat
Selain itu, Pemkot Malang juga rutin mengadakan pelatihan keterampilan digital, literasi keuangan inklusif, klinik UMKM, serta edukasi bijak bermedia sosial.
BACA JUGA:Wali Kota Malang Pimpin Deklarasi Bersatu Jaga Kondusivitas
“Berbagai program ini menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,” jelas Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menilai pengukuran IMDI oleh Kementerian Komdigi merupakan instrumen penting untuk memetakan isu, mendengar aspirasi, serta menjadi kompas arah pengembangan transformasi digital di daerah.
BACA JUGA:Apel Siaga Patroli Cipta Kondisi, Wali Kota Malang Ajak Jaga Kota Malang
“Capaian empat pilar IMDI menunjukkan bahwa masyarakat Kota Malang dinilai mampu menguasai keterampilan digital, memanfaatkan teknologi, dan mengoptimalkan potensi daerah berbasis digital,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komdigi Meutya V Hafid memberikan apresiasi terhadap capaian Kota Malang dan daerah lainnya yang menunjukkan kemajuan signifikan.
“Digitalisasi sudah berjalan baik pada sektor e-commerce, jasa, dan keuangan. Namun, sektor layanan publik digital dan pembelajaran masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkap Meutya.
Penilaian IMDI Tahun 2025 melibatkan survei terhadap 18 ribu responden dan 11 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia. Secara nasional, skor IMDI meningkat dari 43,34 pada tahun 2024 menjadi 44,53 pada tahun 2025.
BACA JUGA:Wali Kota Malang Harap UMKM Center Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, skor IMDI Kota Malang naik signifikan sebesar 10,03 poin atau 19,05 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan rincian:
* Pilar Infrastruktur dan Ekosistem: 79,61
* Pilar Literasi: 63,69
* Pilar Pemberdayaan: 57,73