Tulungagung, Memorandum.co.id -Kendati prosentase kesembuhan di Kabupaten Tulungagung cukup tinggi, di angka 60 persen, namun bukan berarti warga Kota Marmer bisa berleha-leha dan tidak menerapkan protokol kesehatan seperti yang selama ini dilakukan. Prosesntase kesembuhan yang tinggi membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung memiliki waktu lebih cepat untuk mempersiapkan diri menuju new normal, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, guna mengantisipasi adanya gelombang pandemi susulan. Oleh sebab itu pembentukan kampung tangguh, pasar, stasiun dan terminal tangguh menjadi salah satu cara untuk mempercepat persiapan menuju new normal. Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 sekaligus Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia bersama forkopimda terus memantau dan mempersiapkan pembentukan fasilitas umum yang tangguh, dengan mendorong pengelola fasilitas umum untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Pandia mengatakan, fasilitas umum yang sudah beroperasi kembali seperti terminal harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti penerapan physical distancing di ruang tunggu terminal Tulungagung, kemudian pemasangan papan pengumuman pentingnya menggunakan masker, dan menerapkan protokol kesehatan hingga penyediaan petugas pemeriksa kesehatan di pos kesehatan. “Tetap, protokol kesehatan harus dilaksanakan. Jangan sampai kita abai dan berimbas pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Pandia, Kamis (11/6). Protokol kesehatan juga harus diterapkan oleh pengusaha otobus yang ingin beroperasi kembali. Pandia menyebut penerapan physical distancing di dalam bus bagi para penumpangnya menjadi keharusan yang wajib dilaksanakan oleh pengelola perusahaan otto (PO) bus. “Di dalam bus juga harus tetap dilaksanakan physical distancing, ini sudah kita sampaikan,” terangnya. Selain menyiapkan prasarana menuju new normal, pihaknya juga masih tetap mengetatkan aturan jam malam dan menyiagakan patroli ke berbagai sudut kota guna memastikan semua masyarakat menjalankan jam malam. “Jam malam terus belum dicabut, kita akan berikan imbauan kepada masyarakat dan peringatan bagi yang melanggar,” jelasnya. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat Tulungagung menuju new normal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam beraktifitas. Sementara itu, kondektur bus Bagong jurusan Tulungagung – Surabaya, Ali mengaku setelah beroperasi sejak 3 hari lalu, management perusahaannya langsung mematuhi aturan penerapan physical distancing, dengan membatasi jumlah penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas bus, dan memberikan penandaan kursi penumpang yang tidak boleh diisi. “Kalau fullnya kita kan 50 penumpang, tapi sekarang cuman bisa mengangkut separonya saja dan diberi penandaan di bagian tempat duduknya,” ucap Ali. (fir/mad)
Protokol Kesehatan Tetap Harus Dilaksanakan Menuju New Normal
Jumat 12-06-2020,08:51 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 26-05-2026,22:25 WIB
Kejari Lamongan Lantik 16 PNS dan Pejabat Fungsional 2026
Selasa 26-05-2026,20:16 WIB
GT Waru 6 Dibuka Lebih Cepat Jelang Iduladha, Arus Tol Surabaya Diprediksi Lancar
Selasa 26-05-2026,22:30 WIB
Apel Pengamanan Malam Takbir Iduladha Polres Kediri Kota Tekankan Pendekatan Humanis
Selasa 26-05-2026,19:52 WIB
Sapi Kurban di Pasar Hewan Lumajang Laris Jelang Iduladha, Harga Ikut Naik
Selasa 26-05-2026,21:55 WIB
Polres Pasuruan Ungkap Kasus Begal, Curas, dan Curanmor di Tiga Lokasi Kejahatan Jalanan
Terkini
Rabu 27-05-2026,17:58 WIB
Plt Wali Kota Madiun Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden Prabowo
Rabu 27-05-2026,17:41 WIB
Tidur Beralaskan Bumi, Jemaah Haji Khusyuk Jalani Mabit di Muzdalifah
Rabu 27-05-2026,17:24 WIB
Sembelih 6 Hewan Kurban, Dandim Lumajang: Iduladha Perkuat Nilai Keikhlasan dan Kepedulian
Rabu 27-05-2026,17:11 WIB
Senkom Mitra Polri Situbondo Bagikan Daging Kurban kepada Warga dan Petugas Jaga
Rabu 27-05-2026,16:37 WIB