Sidoarjo, Memorandum.co.id - Anggota Panitia Kerja DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso memastikan lembaga legislatif tetap akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten. “Secara aturan kami memang dilemahkan dalam proses perencanaan penggunaan anggarannya karena semuanya menjadi kewenangan mutlak eksekutif. Tapi kami tetap punya kewenangan untuk mengawasi penggunaannya,” ujarnya saat ditemui di ruang Komisi C DPRD Sidoarjo, Jumat (5/6). Sampai saat ini pihaknya baru sampai pada tahap pengawasan penggunaan anggaran Rp 114 Miliar yang diminta Pemkab Sidoarjo sebelum penerapan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1 lalu. “Untuk penggunaan dana berikutnya masih belum sempat kami cermati karena terkendala masa reses yang kemudian disusul dengan libur lebaran. Insyaallah pekan depan Panja akan agendakan rapat koordinasi dengan gugus tugas,” imbuh legislator asal PAN tersebut. Menurutnya, hingga kini masih cukup banyak hal-hal yang belum berjalan optimal terkait eksekusi yang dilakukan oleh pihak eksekutif terhadap regulasi yang dibuat. Ia menyebut, regulasi dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo belum sepenuhnya sesuai dengan piranti hukum di atasnya, yakni Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim yang berhulu di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Kelemahan-kelemahan itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab gagalnya program PSBB jilid 1 dan jilid 2 yang akibatnya harus membuahkan PSBB jilid 3. Salah satunya adalah soal pengawasan melekat yang harus digarap Satpol PP terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Padahal untuk itu sudah dikucurkan anggaran yang besarannya hingga Rp 4 miliar lebih. Kalau saja konsep ini bisa dijalankan dengan baik, mungkin Pemkab tak perlu kebingungan mencari tempat isolasi,” tambah wakil rakyat yang dikenal cukup vokal dalam mengkritisi kebijakan daerah itu. Belum lagi soal bantuan sosial (bansos) yang menurutnya masih belum sepenuhnya tetap sasaran sehingga perlu pola penanganan yang lebih cermat baik dari Dinas Sosial maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan terkait tindakan kuratif, menurutnya memang tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Tapi menurut saya, Dinas Kesehatan sudah berupaya maksimal. Hanya saja mereka memang terkendala oleh sarana dan prasarana medis seperti tenaga dan alat kesehatan,” imbuh Bangun. Untuk itu pihaknya akan coba membantu mencari alternatif-alternatif solusi yang bisa diambil agar upaya membendung penyebarluasan virus corona di kota delta bisa dituntaskan secepat mungkin.(lud/jok)
DPRD Sidoarjo Awasi Penggunaan Dana Covid-19
Jumat 05-06-2020,12:36 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 07-08-2026,11:10 WIB
Sidang ke-9 Maidi Madiun Cs (1): 11 Saksi Dihadirkan, Pemilik Butik Ulfa Akui Amel Pernah Dapat Proyek
Jumat 07-08-2026,13:58 WIB
Mengenal Ulfa Mumtaza, Pengusaha Muslimah Madiun hingga Ketua APPMI Jatim yang Bersaksi di Sidang Maidi
Jumat 07-08-2026,06:17 WIB
Merasa Disudutkan, Ketua KONI Kota Blitar Samanhudi Anwar Laporkan Akun Medsos ke Polisi
Jumat 07-08-2026,09:42 WIB
Dibuka! Pendaftaran BPD Tulungagung Mulai 3 Agustus, ASN Boleh Daftar, Tunjangan Ketua Lebih Dari Rp6 Juta
Jumat 07-08-2026,06:01 WIB
7 HP Rp1 Jutaan Terbaik 2026, Spek Gahar hingga Baterai 7.000 mAh
Terkini
Jumat 07-08-2026,22:10 WIB
Siswa SD di Lamongan Masuk IGD usai Santap MBG, Hasil Laboratorium Positif Tipes
Jumat 07-08-2026,22:07 WIB
Kapolres Kediri Kota Hadiri Haul KH Imam Yahya Mahrus XV, Pererat Sinergi dengan Ponpes Al Mahrusiyah
Jumat 07-08-2026,22:04 WIB
Febrie Adriansyah Dicecar Lebih dari 20 Pertanyaan Saat Diperiksa Kejagung
Jumat 07-08-2026,22:01 WIB
Lomba Layangan Bupati Situbondo Cup 2026 Diikuti 576 Peserta dari Berbagai Provinsi
Jumat 07-08-2026,20:36 WIB