Gresik, Memorandum.co.id - Akibat surat dari Kepala Desa Sembayat, Kecamatan Manyar yang dinilai terlalu diskriminatif, ribuan warga Desa Karang Rejo turun ke jalan dan menutup akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Manyar dan tiga desa di Pulau Mengare, Kamis (28/5/2020). Dalam surat edaran yang diterbitkan Kades Sembayat berisi larangan warga Desa Karangrejo berjualan di pasar Desa Sembayat. Hal itu menyebabkan warga Desa Karangrejo menutup akaes jalan ke desa sejak pukul 10.00 WIB. Kondisi semakin memanas ketika warga tiga desa di Kecamatan Bungah, yakni Desa Kramat, Desa Tanjungwidoro dan Desa Watuagung tidak bisa melintas. Warga di lokasi pemblokiran akses jalan sempat bersitegang selama 3 jam. Situasi yang memanas akhirnya reda setelah jajaran Forpimka dari Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar datang ke lokasi dan melakukan upaya mediasi. "Karena ada warga kami yang positif Covid-19, kami diperlakukan tidak adil oleh desa-desa sekitar. Kami tidak diperbolehkan berdagang di pasar di desanya,” kata salah satu warga Desa Karangrejo, Karim. Kepala Desa Sembayat, Saudil meminta warga Desa Karangrejo agar tidak salah paham dalam menafsirkan surat yang diterbitkan Pemdes Sembayat. "Kami hanya mengimbau agar warga Desa Karangrejo tidak berjualan dulu. Jadi bukan melarang," ujar Saudil. Selama mediasi di Balai Desa Sembayat, Camat Manyar, Moh Nadlelah meminta agar tidak ada Pemdes di Kecamatan Manyar yang menerbitkan kebijakan yang membawa dampak perekonomian kepada masyarakat. "Saya anggap kebijakan Pemdes Sembayat ini bertentangan dengan Perbub karena sudah melarang produktivitas sektor ekonomi," tegas Nadlelah. Dalam forum mediasi itu akhirnya dibuat kesepakatan tentang aturan protokol mobilitas warga antar desa yang salah satu warganya terjangkit Covid-19. Salah satunya adalah hanya memperbolehkan warga luar desa masuk ke desa lain untuk kepentingan ekonomi atau berdagang. “Kita sepakat, para warga Karangrejo bisa berdagang lagi di Sembayat. Tapi harus dengan surat keterangan sehat. Untuk kepentingan lain seperti silaturahmi dan wisata dilarang.” ujar Nadlelah. Anggota Komisi III DPRD Gresik, Syahrul Munir yang juga turun melakukan mediasi menyarankan agar warga Desa Karangrejo yang berprofesi menjadi pedagang di pasar Sembayat agar membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas. "Demi kenyamanan bersama serta agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat maka penjual atau pedagang Desa Karangrejo yang berjualan di desa lain harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas serta membawa surat jalan dari desa," kata Munir. (dev/har)
Pemblokiran Akses Jalan, Picu Konflik Antar Desa di Gresik
Kamis 28-05-2020,15:12 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-02-2026,21:42 WIB
Tak Sekadar Kuliner, Hamra Cafe & Resto Usung Nasionalisme Lewat Menu di Surabaya
Minggu 15-02-2026,23:04 WIB
Titi DJ Meriahkan Royal Kingdom Hj Indah 51th Birthday Celebration
Senin 16-02-2026,12:24 WIB
Makna Makan Malam Imlek Tuan Nian dan 5 Menu Wajib Pembawa Hoki Tahun Baru Cina
Senin 16-02-2026,07:15 WIB
Reijnders Kirim Sinyal Perburuan Gelar, Arsenal Wajib Waspada!
Senin 16-02-2026,08:13 WIB
Badai Cedera Hantam Arsenal, Arteta Waspadai Perburuan Trofi Musim Ini
Terkini
Senin 16-02-2026,20:12 WIB
Menteri Nusron Sebut Kontribusi BPHTB DKI Jakarta Capai Rp 3,9 Triliun pada 2025
Senin 16-02-2026,20:03 WIB
Wakapolres Kediri Kota Sidak Pengamanan Wisata Pagora dan Selomangkleng Deskri
Senin 16-02-2026,20:01 WIB
SNBP 2026 di Depan Mata, Ini Syarat dan Dokumen Wajib Pendaftaran PTN
Senin 16-02-2026,19:33 WIB
Sambut Ramadan 2026, The Alana Hotel Surabaya Pamerkan 105 Menu Unggulan dalam Preview Eksklusif
Senin 16-02-2026,19:02 WIB