BACA JUGA:Pelantikan Pimpinan DPRD Jatim Tanpa Gerindra dan PDIP
Dulu budaya ini diawali oleh Ir. Soekarno bersama para alim ulama yang membuat kegiatan bernama halal bihalal usai Ramadan. Dengan ini masyarakat tak perlu malu jika ingin minta maaf maupun memaafkan.
"Dulu Pak Soekarno dengan alim ulama yang membudayakan halal bihalal. Kalau tidak ada acara itu mungkin minta maaf itu gengsi. Ketika halal bihalal kita salamannya rame-rame jadi gengsinya hilang," terang Ony.
"Jadi kita bersyukur mendapati bulan Ramadan bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk," sambungnya.
Untuk itu dia berharap keberkahan Ramadan bisa dirasakan dan dijalani dengan khidmat. Salah satunya lewat kegiatan tadarus dan bagi-bagi paket buka puasa oleh Bamusi bersama kader PDI Perjuangan Jatim.
BACA JUGA:Kader PDIP Surabaya Mulai Gencar Pasang Baliho Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji
Sementara itu, Ketua Bamusi Jatim Marhaen Djumadi mengatakan, giat rutin ini tak sekadar mengisi waktu puasa melainkan punya makna khusus yakni membumikan Al Quran dan merawat kebhinekaan.
Terbukti, semangat perjuangan itu dipraktikkan lewat bagi-bagi ratusan paket buka puasa yang dilakukan tiap hari selama Ramadan.
"Ini yang kita harap, Bamusi merawat keagamaan utamanya umat muslim. Kita terus lakukan termasuk syiar seperti ini, belum tentu partai lain punya kegiatan seperti ini tapi PDI Perjuangan harus tetap menyala," ujar Bupati Nganjuk tersebut.
BACA JUGA:329 Caleg DPRD Terpilih dari PDIP se-Jatim Ikuti Pembekalan
Selain itu, imbuh Marhaen, akan digelar Nuzulul Quran pada 21 Maret 2025 mendatang dengan salah satu agendanya yakni santunan anak yatim, piatu, dan janda-janda.
"Nanti tiap hari yang pasti buka bersama kemudian salat magrib dan tarawih. Dan kita akan gelar tanggal 21 Maret nuzulul quran," pungkas pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim itu. (day)