Batu, memorandum.co.id - Solusi dari rancunya validasi pendataan di Kota Batu dan membuat gejolak pada penerimaan JPS (jaring pengaman sosial) Kota Batu sebenarnya bisa teratasi oleh smart city yang leading sector-nya Diskominfo Kota Batu. Ini diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu Didik Machmud, Rabu (6/5). “Seharusnya smart city itu bisa jadi solusi dalam pendataan. Dibuatkan aplikasi untuk mengakses data masyarakat yang ada secara up to date karena berbasis elektronik,” katanya. Ia menilai jika ini dilakukan sejak awal maka bisa meminimalisir gejolak masyarakat Kota Batu dari perasaan ketidakadilan saat JPS tahap pertama. Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua komisi C ini menerangkan bahwa kinerja Diskominfo Kota Batu hingga saat ini belum maksimal dalam menggunakan teknologi smart city. Padahal, setiap tahunnya selalu mendapatkan kucuran dana sebesar ratusan juta terlebih pembuatan smart city sendiri pada beberapa tahun lalu juga dianggarkan sebesar Rp 10 M. Ia menganggap Kota Batu bisa menggunakan sistem dari KPU yang menggerakkan PSM (pekerja sosial masyarakat) dan jika memang membutuhkan operasional maka dapat dibicarakan dengan Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu. “Dikucurkan dana itu agar kinerja bisa meningkat. Tapi kalau seperti ini tentu kami pertanyakan kinerjanya,” terangnya. Terlebih ia juga mengetahui bahwa Dinas Sosial Kota Batu melakukan proses pendataan dengan cara manual. Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Batu Moch Agoes Machmoedi mengatakan, pendataan memang merupakan persoalan penting dalam perencanaan dan kebijakan di suatu daerah. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 ini pihaknya sedang membuat aplikasi untuk membuat setiap SKPD mengentry data masyarakat di Kota Batu. “Hal ini mengacu dalam Perpres no 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Permasalahan data bukan hanya di Kota Batu namun juga menjadi masalah di daerah lainnya,” ujarnya seraya mengatakan telah banyak mendapatkan data dari kesra, dinsos, bapedda, dispertan, dindik, dan dinkes untuk persiapan aplikasi tersebut. Agoes menjelaskan aplikasi yang dikerjakan tengah menjadi pilot project karena kebutuhan data di Pemkot Batu menjadi prioritas utama. “Hanya saja kendala kami yakni Diskominfo hanya memiliki dua progammer yang tengah melakukan project plan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kami akan tetap berusaha melangkah kedepannya,” urainya. (arl/ari/tyo)
Pendataan Tak Maksimalkan Smart City, Diskominfo Diharap Aktif
Rabu 06-05-2020,18:20 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 27-09-2026,06:30 WIB
Hasut, Film Horor Psikologis Rachel Amanda Tayang 8 Oktober 2026
Minggu 27-09-2026,07:55 WIB
Sumur Warga Mengering, 50 Desa di Trenggalek Dilanda Kesulitan Air Bersih
Minggu 27-09-2026,13:35 WIB
Temukan ART Didenda Rp3,5 Juta oleh Penyalur Ilegal, Eri Cahyadi Perintahkan Periksa 12 Agency
Minggu 27-09-2026,12:11 WIB
Lawan Petugas Pakai Celurit, Pelaku Curanmor Asal Bangkalan Ditembak Polsek Sukolilo
Minggu 27-09-2026,07:31 WIB
Ghost in the Cell Joko Anwar Raih Best Picture Fantastic Fest 2026, Tembus 148 Negara
Terkini
Senin 28-09-2026,03:00 WIB
TNI Sita Delapan Senjata SS1 P1 dari Kelompok Bersenjata di Papua
Senin 28-09-2026,01:00 WIB
Panglima TNI Tegaskan Penanganan OPM di Papua Harus Kolaboratif
Minggu 27-09-2026,21:24 WIB
Jurnalis Hilang 20 Hari di Anak Krakatau, Keluarga Bagus Khoirunas Gelar Salat Gaib
Minggu 27-09-2026,21:17 WIB
Gangster Anak Kerap Berulah di Surabaya, Ahli Hukum Minta Orang Tua Tak Lepas Tangan
Minggu 27-09-2026,21:08 WIB