Batu, Memorandum.co.id - Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Batu Rabu (8/4) sore berdampak pada Pasar Sayur Kota Batu. Pasalnya, bangunan bernilai Rp 5,4 M tersebut mengalami kerusakan pada atap penutupnya dan menyebabkan air hujan menggenang di area pasar. Monidi menyampaikan kerusakan tersebut terjadi bertahap sehingga menganggu kenyamanan pedagang pasar. “Rusaknya bertahap sampai akhirnya bisa membuat air masuk ke dalam,” katanya kepada wartawan ketika dikonfirmasi Kamis (9/4/2020) siang. Diharapkan, kondisi tersebut mendapatkan perhatian agar tidak mengganggu kenyamanan di area pasar. “Kerusakannya sudah hampir seminggu,” imbuhnya. Sementara itu Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan kerusakan di pasar sayur ini perlu dicermati untuk memastikan penyebabnya, karena tidak menutup kemungkinan ini terjadi akibat kualitas bahan yang kurang bagus. Untuk itu, pihaknya mengharapkan Komisi C segera turun dan melakukan pengecekan agar tidak terjadi kerusakan yang terus menyebar ke setiap bagian pasar. “Ketika proses pembangunan pasar sudah kami sidak dan ada sekitar 7 poin yang menjadi catatan. Nah itu belum tahu sudah dikerjakan apa belum,” ujarnya seraya berharap kerusakan pasar segera diperbaiki dinas terkait. Ketua Komisi C DPRD Koat Batu Khamim Tohari meminta agar dinas terkait segera memperbaiki fasum yang merupakan aset milik pedagang pasar sayur Kota Batu. Pihaknya tidak terburu sidak ke pasar sebelum mendapatkan keterangan langsung dari dinas yang bertanggung jawab yakni DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan) Kota Batu. “Akan kami panggil dulu dan kami himbau untuk melakukan perbaikan. Apalagi musim penghujan masih belum berakhir,” jelas Khamim seraya mengatakan saat ini pasar sayur dalam proses perawatan dari pihak ketiga hingga 4 bulan mendatang. Terpisah, Tim Ahli Bangungan Gedung Universitas Brawijaya Sugeng Prayitno Budio TABG menjelaskan hal tersebut merupakan salah satu bahan evaluasi kepada pihak kontraktor supaya disempurnakan karena kondisinya kurang bagus dan bisa diperbaiki. “Memang speknya seperti itu cuma pemasangannya waktu itu kan dikebut sehingga kurang sempurna hingga cepat rusak,” paparnya. Disarankan, agar pihak ketiga segera mengganti dan memasang penutup atap pasar kembali sesuai kontrak dan RAB (Rencana Anggaran Belanja). Sugeng menyebutkan hal itu bukan permasalahan bagus atau tidaknya namun dalam asesmen (penilaian) yang ia pantau banyak pemasangan tidak sempurna dan rentan ketika terkena cuaca ekstrim. “Drainase juga jangan sampai terlupa karena bagian itu merupakan salah satu bagian yang penting dalam bangunan agar bisa bertahan dalam waktu yang lama,” uranya. (arl/ari/gus)
Baru Kelar 2 Bulan, Atap Pasar Sayur Batu Jebol Kena Hujan
Kamis 09-04-2020,15:45 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,12:02 WIB
Isak Tangis Warnai Autopsi Bidan RSUD Besuki, Keluarga Ungkap Watak Cemburu Buta Terduga Pelaku
Minggu 07-06-2026,09:36 WIB
Petani Tersenyum, Bupati Gus Fawait Optimistis Jember Kokoh Jadi Bukti Lumbung Pangan Jawa Timur
Minggu 07-06-2026,11:52 WIB
Jember Pecahkan Rekor, Bantuan Alsintan Rp312 Miliar Digelontorkan untuk Petani
Minggu 07-06-2026,14:17 WIB
Nekat Gasak Tiang Rambu Dishub di Siang Bolong, Lansia di Surabaya Ditangkap Polisi Usai Viral
Minggu 07-06-2026,13:37 WIB
Ratusan SPPG Jember Ternyata Bodong, Ancaman di Balik Piring Makan Gratis
Terkini
Minggu 07-06-2026,20:40 WIB
Pak Bhabin Jadi Penggerak Ketahanan Pangan, Dampingi Petani di Desa Winongan
Minggu 07-06-2026,20:01 WIB
Buka Gebyar PAUD 2026, Bunda PAUD Lumajang Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Minggu 07-06-2026,19:54 WIB
Polsek Blimbing Perkuat Ketahanan Pangan, Dukung Aktivitas Pertanian di Malang
Minggu 07-06-2026,19:48 WIB
Dipicu Pembakaran Sampah, Lahan Kosong di Kawasan Komersial GKB Gresik Terbakar
Minggu 07-06-2026,19:42 WIB