Lihat data di covid-19.go.id per 2 April 2020, kematian akibat virus corona di negeri ini sudah mencapai 170 orang dari jumlah kasus 1.790. Ngeri! Tegasnya: mengerikan! Itulah lontaran kata dan kalimat dari beberapa kawan kantor dan teman alumni lewat aplikasi zoom . Bagi kawan-kawan, kematian sebanyak itu membuktikan penanganan wabah ini kurang cepat. Hitung-hitungannya begini: Per 26 Maret 2020, korban meninggal karena virus ini 78 orang dari 893 kasus positif virus corona. Itu berarti meningkat sangat signifikan dalam kurun sepekan. Kata mereka, tidak seharusnya pertambahan korban meninggal akibat serangan “teroris” bernama virus corona itu begitu cepat dan tajam setajam silet. Ini kalau becermin dari cara pemerintah China, tepatnya Provinsi Hubei, menangani wabah ini di Wuhan, tempo hari. Tidak berlarut-larut dan bertele-tele. Satu-dua bulan tuntas, bahkan bebas dari virus mematikan ini. Itu masih belum cukup. Penanganan dengan kecepatan rendah dibanding penyebarannya, menjadikan negeri ini dalam awan-awang meski di lapangan satuan tugas (satgas) corona dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terlihat begitu trengginas melawan ganasnya virus SARS-CoV-2 yang penularannya melalui mulut, mata, dan hidung. Akibat kelambanan ini, kita terus dibuat waswas. Pun, dibuat deg-degan hingga tak terasa setiap hari tumbuh rasa tidak percaya terhadap kebenaran cara penanganannya. Apalagi, jika dikaitkan dengan social distancing maupun physical distancing meski banyak pihak melakukan (karena menganggap) bertindak benar. Faktanya data pertumbuhan kematian akibat virus ini tidak bisa dibohongi. Bertambah dan terus bertambah, meski jumlah yang sembuh juga meningkat dari 35 orang pada 26 Maret 2020 dan 112 orang pada 2 April 2020. Nah, kini bisa dibayangkan apa yang terjadi dalam dua bulan ke depan jika penanganannya masih seperti sekarang. Bukan tidak mungkin kematian demi kematian akan kita dengar lagi dari satgas corona. Dan, tentu menjadi publikasi yang lebih menakutkan bagi kita semua. Kini timbul pertanyaan yang cukup penting, apakah imbauan tidak mudik Lebaran atau Ramadan itu benar dan tepat, mengingat fenomena ini sudah menjadi tradisi masyarakat. Mudik adalah ritual yang bisa menjadi bukti keteladanan sosial bagi masyarakat. Atau, apakah ada jaminan imbauan tidak mudik bisa meningkatkan pemutusan rantai virus? Melihat persoalan ini, tentu jawaban bergantung masing-masing kita. Bisa merasakan manfaat bekerja dari rumah ( work from home ) atau tidak. Bisa happy menjalani kuliah, sekolah, mencari ilmu dari rumah atau tidak. Dapat merasakan enaknya tidak kumpul-kumpul atau nggak . Yang pasti, hidup stres atau senang kita seperti contoh pada kehidupan tiga pekan terakhir, menjadi putusan terakhir kita semua mudik atau tidak saat Lebaran maupun Ramadan nanti. Apalagi kita semua sudah tahu cara melindungi diri dari serangan virus corona. Jadi. Mudik, berani nggak ya…(*)
Mudik, Berani Nggak Ya…
Sabtu 04-04-2020,11:24 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:07 WIB
DPC FKPP Gresik Resmi Dikukuhkan, Wabup Alif Ajak Sinergi Permudah Perizinan Pesantren
Jumat 06-11-2026,18:40 WIB
Terbengkalai Tujuh Tahun, Aset Pemkot Surabaya di Jalan Jepara Disiapkan untuk Relokasi Pasar PPI
Jumat 06-11-2026,19:09 WIB
Komisi A DPRD Jatim Soroti Kekurangan 13 Jabatan OPD di Pemprov Jawa Timur
Jumat 06-11-2026,18:24 WIB
Bahan Baku Obat Indonesia Masih 80 Persen Impor, Hilirisasi Herbal Lokal Dipercepat
Jumat 06-11-2026,17:21 WIB
SPPG Sidokumpul Lamongan Berhenti Operasi, Siswa Empat Sekolah Tak Terima MBG
Terkini
Sabtu 07-11-2026,11:51 WIB
Jelang Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Kecamatan Ngantru Buka Layanan IKD dan Pendaftaran Agen Perlinsos
Sabtu 07-11-2026,11:33 WIB
Jalin Kedekatan dengan Warga, Kapolresta Sidoarjo Gelar Suling di Masjid Al Hidayah Gedangan
Sabtu 07-11-2026,11:22 WIB
Sambut Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Kecamatan Ngantru Gelar Gerakan Pangan Murah
Sabtu 07-11-2026,11:11 WIB
Nangis Saat Dibekuk, Copet Ponsel di Parade Juang Surabaya Diamankan Anggota Polsek Bubutan
Sabtu 07-11-2026,10:59 WIB