Aroma Korupsi PISEW Lamongan: Jalan Retak Dini, Ketebalan Besi Disunat?
Proyek infrastruktur rabat beton Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan.-Syaiful Anam-
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Proyek infrastruktur rabat beton Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) senilai Rp 500 juta di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan warga, Rabu 28 Oktober 2026.
Proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur lewat pokir DPRD Fraksi PKB tersebut diduga kuat mengalami penurunan spesifikasi dan cacat mutu secara struktural.
Berdasarkan temuan warga pada Selasa, 27 Oktober 2026, pengerjaan rabat beton di Desa Sembung dan Desa Bangle yang menggunakan metode swakelola ini baru rampung hitungan hari.

Mini kidi--
Namun, kondisi fisik jalan sudah mengalami retak parah tembus hingga ke bagian bawah, dengan permukaan yang kasar, serta melanggar prinsip Keterbukaan Informasi Publik karena tanpa papan nama.
Ketidakpuasan memuncak saat warga melakukan pengukuran material besi menggunakan alat ukur dan menemukan bahwa besi wiremesh yang digunakan hanya berukuran 4,4 mm dari syarat RAB 6 mm.
BACA JUGA:Kejari Lamongan Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Negara Pantai Paciran
"Kami tidak ingin anggaran sebesar Rp250 juta itu terbuang sia-sia, harus ada transparansi dan audit teknis. Jika memang ditemukan adanya penyimpangan atau pengurangan spesifikasi yang tidak sesuai RAB, pihak yang bertanggung jawab harus ditindak sesuai aturan," tegas salah seorang warga.
Warga kini mendesak instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh dan memerintahkan bongkar total jika terbukti terjadi penyelewengan dana.
BACA JUGA:Pelapor Bantah Cabut Laporan Dugaan Korupsi KIP Kuliah Unisla Rp7,7 Miliar di Kejari Lamongan
Hingga berita ini ditayangkan, Tamam Fany selaku pendamping PISEW yang dikonfirmasi mengenai dugaan besi tersebut memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi.
Di sisi lain, Kepala Desa Sembung Gatot membantah keras tudingan bahwa pihaknya menyunat spesifikasi besi cor dan melontarkan pembelaan terkait temuan besi 4,4 mm tersebut.
"Itu wiremesh untuk blokade jalan biar tidak dilewati. Bukan, itu besi punya warga yang kerja di Wiyung, kita pinjam untuk blokade jalan, saya sendiri yang meminjam dari pemiliknya," kelit Gatot.
Sumber:










