sumpah
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Polresta Sidoarjo Ungkap Penipuan Online Libatkan WNA Vietnam

Polresta Sidoarjo Ungkap Penipuan Online Libatkan WNA Vietnam

Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra merilis kasus penipuan online yang melibatkan WNA asal Vietnam di Mapolresta Sidoarjo.-Budi Joko Santoso-

SIDOARJO, MEMORANDUM.CO.ID – Pengungkapan kasus tersebut bermula dari koordinasi antara petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dan Satreskrim Polresta Sidoarjo terkait aktivitas WNA di Jawa Timur.

Para tersangka diduga menggunakan identitas sebagai petugas departemen registrasi untuk menawarkan bantuan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor, sebelum meminta korban mentransfer sejumlah uang.

BACA JUGA:Dekat dengan Masyarakat, Kapolresta Sidoarjo Ajak Warga Prasung Jaga Kamtibmas

Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan pengungkapan kasus tersebut dalam konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Rabu, 28 Oktober 2026.


Mini kidi--

Dijelaskannya, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi mengenai aktivitas WNA yang diduga melanggar hukum.

"Salah satu lokasi yang menjadi perhatian penyidik berada di Perumahan Citra Garden, Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dengan aktivitas yang diduga berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026," terang Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra.

BACA JUGA:Sidoarjo Aspirasi Siswa, Program Kapolresta Edukasi Pelajar Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja

Dari hasil penindakan dan pengembangan penyelidikan, polisi mengamankan delapan pria WNA Vietnam beserta sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan meliputi 20 unit telepon seluler dari berbagai merek, tujuh unit laptop, tiga unit CCTV, dua unit monitor, kartu identitas, dan dokumen perjanjian sewa rumah.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Mujali menjelaskan, penyidik berkoordinasi dengan pihak Vietnam melalui jalur kerja sama antarlembaga.

BACA JUGA:Kapolresta Sidoarjo Kunjungi Lanudal Juanda, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Pendalaman bersama itu mengarah pada dugaan penipuan yang menyasar korban di Vietnam.

"Korban dihubungi oleh para pelaku yang merupakan warga negara Vietnam dan berada di Indonesia, dengan berpura-pura menjadi petugas departemen registrasi," ungkap AKP Imam Mujali.

Sumber:

Berita Terkait