Ganyang Sistem Kuno, Desa Sumberaji Lamongan Go Digital Bareng Unair-UiTM
Universitas Airlangga (Unair) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia resmi meluncurkan Community Memory Hub di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan Ganyang Sistem Kuno, Desa Sumberaji Lamongan Go Digital Bareng Unair-UiTM--
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Universitas Airlangga (Unair) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia resmi meluncurkan Community Memory Hub di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Program internasional bertajuk Airlangga International Community Development yang digelar pada 14–21 Oktober 2026 ini sukses membangun ruang digital ingatan kolektif guna menyelamatkan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi desa agar tidak punah ditelan zaman.
Peluncuran Community Memory Hub, sebuah sistem digital ruang ingatan kolektif desa untuk tata kelola arsip modern dan dokumentasi potensi lokal. Kolaborasi tim pengabdi Unair (Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan/LPMB) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dessy Harisanty, S.Sos., M.A. dan delegasi UiTM Malaysia (Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali & Prof. Madya Ts. Dr. Abd Latif Abdul Rahman) bersama Kepala Desa Sumberaji Suparno, jajaran Kecamatan Sukodadi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lamongan, serta warga setempat.
Di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Program dengan pendanaan tahun 2026 ini dilaksanakan secara intensif pada 14–21 Oktober 2026, yang ditutup dengan seremoni penyerahan sistem dari pihak Unair kepada Kepala Desa. Pengetahuan lokal terancam hilang jika hanya mengandalkan ingatan lisan atau dokumen konvensional yang tidak terorganisir. Desa membutuhkan arsip digital yang terstruktur, mudah ditelusuri, dan siap diwariskan ke generasi masa depan.
Mini kidi--
Program berjalan melalui rangkaian pembukaan, pelatihan manajemen arsip, serta pendampingan pembuatan konten lokal (sejarah desa, produk kuliner opak ladu, kerajinan terompet bambu, aktivitas peternakan, kelompok tani, hingga keterampilan warga). Langkah ini diperkuat dengan sosialisasi dan pendampingan teknis platform digital secara berkelanjutan.
Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari UiTM Malaysia menegaskan bahwa esensi kemajuan sebuah peradaban desa tidak melulu soal infrastruktur fisik, melainkan bagaimana pengetahuan lokal itu dirawat secara cerdas.
"Kehebatan tidak selalu dinilai dari keindahan fisik, melainkan kekayaan pengetahuan potensi masyarakat. Keterampilan membuat opak ladu, kerajinan terompet bambu, bertani, hingga cerita sejarah desa adalah aset berharga yang wajib didigitalisasi. Ini bukan sekadar adopsi teknologi biasa, melainkan alat strategis untuk melestarikan identitas komunitas demi pembelajaran budaya dan pengembangan desa berkelanjutan," tegas Prof. Asmadi. Jumat 23 Oktober 2026.
Merespons hal tersebut, Kepala Desa Sumberaji, Suparno, menyatakan kesiapan penuh desanya untuk mengadopsi, merawat, dan memastikan teknologi ini tidak berhenti menjadi sekadar seremonial.
"Kami menerima sistem ini dan siap mendukung total penggunaan digital untuk dokumentasi potensi sejarah serta pengetahuan lokal. Semua data akan dikelola secara terstruktur dan diperbarui secara berkala agar terus hidup diwariskan ke generasi depan. Kolaborasi erat bersama Unair, UiTM, pihak Kecamatan Sukodadi, dan Dinas Kearsipan ini memperkuat aspek kelembagaan kami, sehingga dokumentasi ini tidak bersifat sementara, melainkan menjadi fokus utama pengembangan informasi di tingkat daerah," pungkas Suparno.
Sumber:









