iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Sampah Sungai Gembong Pasuruan Capai 1 Ton Sehari, Pemkot Pasang Trashboom

Sampah Sungai Gembong Pasuruan Capai 1 Ton Sehari, Pemkot Pasang Trashboom

Trashboom terpasang di sisi jembatan kawasan pelabuhan untuk membantu menahan sampah yang mengalir di Sungai Gembong.--

 

PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID – Volume sampah di Sungai Gembong, Kota Pasuruan, mencapai sekitar 1 ton per hari dan didominasi limbah rumah tangga. Pemkot Pasuruan meningkatkan pembersihan dengan mengoperasikan alat pengangkut sampah serta memasang trashboom di dua titik strategis.

Data TPA Blandongan per September 2026 mencatat, tumpukan sampah tersebut didominasi limbah rumah tangga. Kondisi ini menjadi perhatian karena aliran Sungai Gembong bermuara ke kawasan Pelabuhan Tanjung Tembikar Pasuruan.

BACA JUGA:Mas Adi Dorong Karang Taruna Kota Pasuruan Aktif Berdayakan Pemuda dan Tangani Masalah Sosial

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Pasuruan meningkatkan upaya pembersihan untuk mengurangi penumpukan sampah di sepanjang aliran sungai.

Untuk mempercepat pengangkutan, pemerintah mengoperasikan trash rack motor dan memasang trashboom di dua titik, yakni sebelah utara Jembatan Jalan Slagah dan kawasan pelabuhan.

“Penggunaan trash rack motor jauh lebih cepat dibandingkan metode manual. Petugas dan armada kami siagakan setiap hari dengan jadwal pengangkutan dua kali sehari, pagi dan siang,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko, Selasa 20 Oktober 2026.


Mini kidi--

Selain mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap, penumpukan sampah di kawasan hilir berpotensi menyumbat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat debit air naik.

Di samping penanganan teknis, Pemkot Pasuruan mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Retribusi Sampah Pasuruan Tembus Rp 1 Miliar, Target Rp 1,72 Miliar hingga Akhir Tahun

Pemasangan papan larangan dan sosialisasi berkala terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Teknologi bisa membantu mengangkut sampah dari sungai, tetapi hanya kesadaran masyarakat yang bisa menghentikan sampah masuk ke sungai,” tegas Gustap.

Sumber: