iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Gegara Sandal Crocs, Thomas Tewas Dikeroyok Empat Pemuda di Surabaya

Gegara Sandal Crocs, Thomas Tewas Dikeroyok Empat Pemuda di Surabaya

Empat terdakwa menjalani sidang perkara dugaan pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julianus Kristianto di PN Surabaya.--

 

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Perselisihan terkait sandal Crocs berujung maut di Surabaya setelah Thomas Julianus Kristianto diduga dikeroyok empat pemuda. Korban bahkan diduga dibanting hingga kepalanya terbentur paving jalan yang membuat nyawanya melayang.

Korban akhirnya meninggal pada 4 Juni 2026. Hal itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa 20 Oktober 2026.

Empat terdakwa dalam perkara tersebut adalah Raif Ubaidillah, Cliferd Januwart Ferdinant, Kenzo Varrelyo Ryutaro, dan Alifian Anditra Yudha. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid memaparkan rangkaian dugaan kekerasan yang terjadi pada 31 Mei 2026.

BACA JUGA:Sidang Kasus Penganiayaan Pasar Buah, Terungkap Korban di Atas Tubuh Terdakwa Saat Saksi Tiba

Fathol menjelaskan, keributan bermula dari persoalan sandal Crocs yang diduga diambil Thomas. Perselisihan tersebut berkembang menjadi perkelahian, pemukulan secara bergantian, hingga tindakan membanting korban yang berujung kematian.

"Bahwa para terdakwa secara bersama-sama dan terang-terangan melakukan kekerasan terhadap korban Thomas Julianus Kristianto yang berawal dari perselisihan mengenai kepemilikan sandal Crocs hingga berujung pada tindakan penganiayaan berat," ujar Fathol.


Mini kidi--

Menurut uraian jaksa, rangkaian peristiwa bermula pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, para terdakwa bersama sejumlah teman sedang berkumpul di sebuah warung Madura di belakang SMA Negeri 11 Surabaya.

Di lokasi tersebut, Kenzo membicarakan sandal Crocs yang diduga diambil Thomas. Namun, korban membantah tuduhan tersebut. Perdebatan kemudian memanas hingga Cliferd memukul perut Thomas satu kali.

Situasi semakin meruncing setelah Cliferd melontarkan perkataan dalam bahasa Jawa yang mengarah pada persoalan dengan Novan atau dirinya sendiri. Raif kemudian menimpali, "Daripada gitu mendingan sama yang punya masalah."

BACA JUGA:Pengeroyokan di Kunokini Cafe Surabaya, Dua Terdakwa Divonis Setahun Penjara

Raif selanjutnya membawa Thomas ke sebuah gang di kawasan Makam Islam Dukuh Bungkal, Surabaya, dengan mengendarai sepeda motor bersama korban dan Kenzo. Sementara itu, Cliferd, Alifian, serta sejumlah teman lainnya menyusul ke lokasi.

Setibanya di gang, Thomas dan Kenzo melepas baju lalu terlibat perkelahian. Keduanya saling bergulat dan melayangkan pukulan. Cliferd dan Raif sempat beberapa kali melerai, tetapi keributan kembali terjadi.

Setelah Kenzo menjauh dan Thomas berdiri, Raif kembali memukul wajah korban hingga mengenai pipi dan mulut. Cliferd turut memukul perut, dada, dan kepala Thomas. Sementara itu, Alifian diduga menampar wajah serta memukul kepala dan perut korban.

Sumber:

Berita Terkait