Yon-Tp 532/Pangeran Timur Dropping 20.000 Liter Air Bersih di Madiun
Batalyon Yon-TP 352/Pangeran Timur tengah melakukan dropping air bersih.--
MADIUN, MEMORANDUM.CO.ID - Batalyon Yon-TP 532/Pangeran Timur kembali melakukan droping air bersih ke wilayah Kabupaten MADIUN yang mengalami krisis air bersih. Kamis 15 Oktober 2026, pasukan Yon-TP 532 fokus menyuplai air bersih di desa-desa di Kecamatan Sawahan dan Desa Plumpungrejo Kecamatan Wonoasri.
Pasi Intel Batalyon Yon-TP 532/Pangeran Timur, Mujamil menyampaikan, khusus hari ini pihaknya membawa stok air bersih mencapai 20.000 liter yang didistribusikan ke desa-desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih ke pemerintah setempat.
BACA JUGA:Krisis Air Bersih di Ngawi, Kanang Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga Desa Ngancar
“Kita selalu koordinasi dengan BPBD sebagai yang punya wilayah dan merespons tandon, sekaligus dengan PDAM yang punya air bersih,” ujarnya usai menyalurkan air bersih.

Mini kidi--
Ia menjelaskan, proses pendistribusian air bersih tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu adanya proses pengecekan di lapangan guna menilai apakah wilayah tersebut betul-betul membutuhkan droping air bersih.
“Setelah ada usulan di Kecamatan Sawahan ini sudah saya cek lokasi masing-masing. Ternyata memang membutuhkan air bersih karena rata-rata sumur kering karena musim kemarau yang berkepanjangan,” jelasnya.
BACA JUGA:Misi Kemanusiaan 12 Hari, Sinergi Baznas-PMI Jember Gelontorkan Air Bersih ke Zona Kering
Mengingat musim kemarau masih berkelanjutan, Mujamil memastikan Batalyon Yon-TP 352/Pangeran Timur masih terus menyiagakan armada untuk mendistribusikan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat proaktif melaporkan ke pemerintah setempat jika mengalami krisis air bersih.
“Jadi, saya dari Batalyon 532 Pangeran Timur selalu siap bila ada warga yang membutuhkan air bersih. Karena ini juga sebagai bentuk kegiatan humanis yang diperintahkan oleh Kementerian Pertahanan,” ucapnya.
Ditempat yang sama, anggota BPBD Kabupaten Madiun, Parji menambahkan, krisis air bersih dapat terjadi ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Terlebih, di wilayah yang cenderung menggunakan pompa air DAP untuk menyuplai kebutuhan air. Sebab, kedalaman air dalam tanah semakin tergerus sehingga pompa tersebut tidak mampu mengeluarkan air.
BACA JUGA:Polsek Ngawi Kota Bersama Komunitas Polri DTT SMDE 2000 Salurkan Air Bersih untuk Warga Banyuurip
“Kita dari BPBD ketika ada laporan masyarakat akan segera kami tindaklanjuti bersama Pemerintah Desa dan instansi terkait,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, jika Batalyon menyediakan air maka BPBD bakal menyiapkan tempat untuk menampung air sebelum dimanfaatkan oleh masyarakat. Hingga kini, Pemkab Madiun telah menyerahkan tandon ke 14 desa di Kabupaten Madiun.
Sumber:








