iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Jeritan Warga Jember Dihantam Kekeringan, Mandi Jadi Kemewahan

Jeritan Warga Jember Dihantam Kekeringan, Mandi Jadi Kemewahan

Warga Antre menunggu pengiriman air bersih dari PMI Kabupaten Jember--

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Bencana kemarau panjang yang mencekik wilayah Kabupaten JEMBER kini berada pada titik krusial. Hingga Selasa 6 Oktober 2026, krisis air bersih kian membakar dan meluas tanpa ampun. Menghadapi situasi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten JEMBER sudah menggelontorkan lebih dari 500.000 liter air bersih demi menyambung napas ribuan warga di empat kecamatan terdampak: Pakusari, Sumbersari, Patrang, dan Sukorambi.

​Demi menahan gelombang jeritan warga yang kian memuncak, armada mobil tangki PMI dikerahkan secara spartan tanpa henti. Truk-truk air harus meliuk menerjang jalur kering dua kali sehari menuju titik-titik krusial, seperti Desa Sumberpinang (Pakusari), Kelurahan Antirogo (Sumbersari), Dusun Tegalwatu (Patrang), hingga Desa Jubung (Sukorambi).

BACA JUGA:Rintihan Warga Kekeringan Terobati, PMI dan Perumdam Tirta Pandalungan Alirkan Kehidupan di Jember

​Di garis depan krisis, suasana haru bercampur cemas memuncak. Suprikto, warga Dusun Plinggian (RT 02 dan RW 03/07 Kelurahan Antirogo), meluapkan rasa syukurnya atas bantuan tandon dan pasokan rutin PMI setiap dua hari sekali. Namun, raut kekhawatiran tak bisa disembunyikan. Sumur-sumur warga telah mengering tajam, sementara antrean warga yang memegang ember dan galon terus mengular makin panjang setiap harinya.


Mini kidi--

​Saking kritisnya pasokan yang ada, Suprikto sampai harus berdiri pasang badan mengingatkan tetangga dan warga perumahan sekitar agar tak menghamburkan setetes air pun.

BACA JUGA:Jember Darurat Air, Kekeringan Meluas ke 7 Kecamatan, Ribuan Jiwa Bertahan Hidup dari Mobil Tangki

​"Kami ingatkan warga, air bersih ini diutamakan untuk bertahan hidup—untuk minum dan masak! Jangan dipakai mandi!" tegas Suprikto menggambarkan betapa berharganya tiap tetes air saat ini.

​Memimpin monitoring langsung di Antirogo, Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menegaskan bahwa ancaman kekeringan tahun ini benar-benar menguji batas ketahanan warga.

​"Kemarau makin ganas dan panjang. Sudah masuk Oktober tapi hujan tak kunjung turun, makanya warga harus sangat bijak menggunakan air," ungkap Ghufron dengan raut prihatin.


Gempur Rokok Illegal--

​Keterbatasan armada tak menyurutkan langkah PMI. Dengan status wilayah yang kini resmi ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, PMI terus berpacu dengan waktu menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Sinergi lintas instansi ini menjadi tumpuan terakhir masyarakat agar pasokan air tetap mengalir merata hingga hujan akhirnya membasahi bumi Jember.(edy)

Sumber: